LAMONGAN – Sore menjelang berbuka puasa, denyut kehidupan terasa begitu kuat di Pasar Wanar, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Minggu (1/3/2026)
Pasar tradisional yang biasanya ramai oleh aktivitas jual beli kebutuhan pokok itu, berubah menjadi lautan manusia yang berburu takjil dan hidangan berbuka.
Sejak matahari mulai condong ke barat, arus pengunjung tak henti berdatangan. Lorong-lorong pasar dipenuhi warga dari berbagai desa sekitar.
Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang berbelanja sendirian sambil menenteng tas belanja.
Aroma gorengan hangat, kuah kolak yang manis, serta wangi ikan bakar berpadu menciptakan suasana khas Ramadhan yang sulit ditemukan di hari biasa.
Beragam pilihan tersaji di setiap sudut. Pedagang menjajakan aneka gorengan, kolak pisang, es buah, es dawet, jajanan pasar tradisional, hingga lauk pauk matang.
Tak ketinggalan, ikan segar dan berbagai bahan masakan juga laris diburu warga untuk melengkapi santapan berbuka bersama keluarga.
Salah satu pengunjung, Siti Aminah (34), warga Desa setempat, mengaku hampir setiap sore memilih berbelanja di Pasar Wanar.
“Di sini lengkap. Mau cari takjil, lauk matang, atau bahan masakan semuanya ada. Harganya juga masih terjangkau,” ujarnya sambil memilih kue tradisional.
Hal senada disampaikan Rahmat (41), pengunjung lainnya. Menurutnya, suasana pasar justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Ramai seperti ini malah terasa semarak. Ada rasa kebersamaan yang tidak bisa diganti dengan belanja di tempat lain,” tuturnya.
Di sisi lain, para pedagang merasakan berkah tersendiri di bulan suci ini. Nur Hayati (45), penjual aneka kolak dan es buah, mengaku omzetnya meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, setiap Ramadhan pembeli selalu ramai. Kadang sebelum azan magrib, dagangan sudah hampir habis,” katanya dengan wajah sumringah.
Menurutnya, persiapan sudah dilakukan sejak siang hari agar mampu memenuhi permintaan pembeli yang membludak menjelang sore.
“Yang penting kualitas dan rasa tetap dijaga. Pembeli datang lagi karena percaya,” tambahnya.
Kepala Pasar Wanar, melalui keterangan singkatnya, menyebutkan bahwa lonjakan pengunjung selama Ramadhan memang menjadi agenda rutin setiap tahun.
Pihak pengelola pasar turut mengimbau pedagang untuk menjaga kebersihan dan ketertiban agar kenyamanan bersama tetap terjaga.
Keramaian di Pasar Wanar bukan sekadar aktivitas ekonomi semata. Ia menjadi cermin semangat kebersamaan masyarakat Kecamatan Pucuk dalam menyambut waktu berbuka.
Di tengah hiruk-pikuk tawar-menawar, terselip senyum, sapaan hangat, dan rasa syukur yang menyatu dalam suasana.
Sore itu, Pasar Wanar tak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang perjumpaan yang menghidupkan tradisi, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan warna khas Ramadhan di sudut Kabupaten Lamongan.(Ded)
Lautan Takjil Dipadati Pengunjung Dipasar Wanar Pucuk Lamongan






