LAMONGAN — Suasana sahur yang biasanya penuh ketenangan berubah menjadi mencekam di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Senin malam (16/3/2026).
Sekelompok pemuda Lamongan yang tengah menjalankan patroli sahur tradisi membangunkan warga tiba-tiba menjadi sasaran serangan brutal yang diduga dilakukan oleh geng motor.
Peristiwa bermula saat para pemuda di Lamongan berkeliling kampung dalam suasana malam yang relatif sepi.
Namun ketenangan itu mendadak pecah oleh suara bising knalpot dari rombongan tak dikenal yang datang secara beriringan.
Tanpa peringatan, kelompok tersebut langsung menyerang.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar memperlihatkan detik-detik aksi kekerasan itu.
Para pelaku terlihat mengayunkan kayu dan benda tumpul ke arah korban, menciptakan kepanikan di tengah jalanan desa.
Para pemuda patroli yang tidak siap menghadapi serangan mendadak hanya mampu bertahan dan berusaha menyelamatkan diri.
“Ini sudah bukan sekadar kenakalan remaja. Ini tindakan kriminal yang membahayakan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Dalam situasi terdesak, beberapa pemuda sempat menyalakan petasan.
Bukan untuk melawan, melainkan sebagai upaya mengalihkan perhatian agar bisa melarikan diri dari serangan.
Warga sekitar yang terbangun akibat keributan hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Rasa takut membuat mereka memilih bertahan di dalam rumah.
Tak lama kemudian, kelompok penyerang melarikan diri, meninggalkan trauma mendalam bagi para korban dan warga sekitar.
Aparat kepolisian dari Polsek Pucuk langsung bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut.
Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap identitas para pelaku yang diduga merupakan bagian dari geng motor yang kerap meresahkan masyarakat.
Motif penyerangan hingga kini masih belum diketahui secara pasti.
“Para pelaku sedang kami buru dan akan diproses sesuai hukum,” tegas perwakilan kepolisian.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, terutama di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan penuh kedamaian.
Warga berharap aparat dapat segera menangkap pelaku dan meningkatkan patroli keamanan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Ded)






