LAMONGAN – Dibawah mentari pagi yang hangat, langkah-langkah kecil para siswa SDN 3 Sendangrejo menyusuri jalan menuju sebuah tempat yang menyimpan kisah masa lalu bangsa, Rabu (13/8/2025)
Mereka tidak sekadar berjalan, tetapi sedang menapaki sejarah mengunjungi makam Nyi Andongsari, sosok mulia yang diyakini sebagai ibunda Mahapatih Gajah Mada.
Mereka tidak sendiri. Sosok berseragam hijau turut hadir mendampingi Serda Puput Wijanarko.
Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang yang hari itu bukan hanya menjadi pengawal, tetapi juga pengarah dan penginspirasi.
“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijadikan cermin. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin anak-anak mengenal akar bangsanya, agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan mencintai tanah air,” ujar Serda Puput di sela kegiatan.
Kegiatan outing class ini menjadi media pembelajaran luar kelas yang sarat makna.
Tidak hanya mengenalkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah bangsa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti penghormatan, keteladanan, dan cinta budaya.
Di hadapan makam Nyi Andongsari, para siswa mendengarkan cerita tentang perjuangan dan peran keluarga dalam membentuk karakter sang Mahapatih Gajah Mada tokoh yang mengukir sumpah palapa dalam sejarah kejayaan Nusantara. Mata-mata kecil mereka tampak berbinar sebuah pertanda bahwa benih-benih cinta sejarah mulai tumbuh.
Kepala Sekolah SDN 3 Sendangrejo, Tiwik Yuwana, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Babinsa Koramil Ngimbang.
“Kehadiran Babinsa memberi warna tersendiri dalam kegiatan ini. Anak-anak lebih bersemangat, merasa aman, dan tentu saja mendapat teladan langsung tentang sikap disiplin dan nasionalisme,” tuturnya.
Lebih dari sekadar perjalanan belajar, kegiatan ini menjadi upaya nyata merawat memori kolektif bangsa sejak usia dini.
Di tengah gempuran arus globalisasi, langkah-langkah kecil mereka hari ini adalah pijakan besar untuk masa depan Indonesia yang berakar kuat pada sejarah dan budayanya.
Sebab seperti kata Bung Karno: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Dan di Lamongan hari itu, semangat itu terasa nyata.(ded)






