Daerah

Misteri 12 Sapi dan Pupuk Tak Tersalurkan, Sekdes Sendangrejo Parengan Tuban Tak Merespon

amunisinews001
7846
×

Misteri 12 Sapi dan Pupuk Tak Tersalurkan, Sekdes Sendangrejo Parengan Tuban Tak Merespon

Sebarkan artikel ini
IMG 20260319 WA0015

TUBAN – Sikap diam ditunjukkan Sekretaris Desa (Sekdes) Sendangrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Agus Martono, saat dikonfirmasi oleh tim media ini terkait sejumlah dugaan penggunaan anggaran desa yang menuai tanda tanya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp sejak Minggu (15/3/2026) hingga berita ini ditayangkan pada Kamis (19/3/2026), tidak mendapatkan respon.

Bungkamnya pihak Desa Sendangrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, justru memperkuat sorotan publik terhadap transparansi pengelolaan anggaran.

Sejumlah pertanyaan mencuat terkait program yang diduga bersumber dari APBD tahun 2019/2020 di Desa Sendangrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.

Di antaranya mengenai pengadaan 12 ekor sapi yang disebut-sebut menjadi bagian dari program tersebut.

Tak hanya itu, publik juga mempertanyakan apakah program tersebut turut mencakup pembangunan rumah pakan sebagai fasilitas pendukung peternakan, serta pembangunan kandang sapi yang diduga ikut dianggarkan.

Sorotan semakin tajam dengan munculnya informasi terkait adanya pengadaan satu unit kendaraan roda tiga dalam program yang sama.

Kejelasan fungsi dan keberadaan aset tersebut kini menjadi tanda tanya.

Selain sektor peternakan, dugaan persoalan juga merambah ke bidang pertanian.

Disebutkan bahwa terdapat bantuan pupuk untuk Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

Namun, hingga kini muncul keluhan bahwa pupuk tersebut tidak pernah diterima oleh kelompok tani yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

Lebih jauh, beredar dugaan bahwa pupuk tersebut justru tidak disalurkan sebagaimana mestinya, bahkan disebut-sebut digunakan untuk kepentingan tertentu dan tidak sampai ke tangan petani.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Desa Sendangrejo terkait berbagai dugaan tersebut.

Kondisi ini memunculkan desakan agar pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan tidak adanya penyimpangan anggaran. (yin)