Daerah

Pisang Lembek Dibagikan ke Siswa, MBG Turigede Kepohbaru Bojonegoro Dipertanyakan

amunisinews001
8744
×

Pisang Lembek Dibagikan ke Siswa, MBG Turigede Kepohbaru Bojonegoro Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260226 WA0013

BOJONEGORO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG di wilayah Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, kembali menuai sorotan.

Sejumlah orang tua murid dari beberapa desa, termasuk Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, melontarkan kritik tajam terhadap menu yang dibagikan pada Kamis 26 Februari 2026.

Keluhan mencuat setelah menu yang diterima siswa dinilai jauh dari harapan program pemenuhan gizi seimbang yang digadang-gadang pemerintah.

Beberapa wali murid menyebut anak-anak hanya mendapatkan pisang yang sudah lembek atau “basah”, ditambah roti dengan irisan keju tipis.

Arifin, salah satu orang tua siswa SD di Desa Bayemgede, mengaku kecewa.

Ia menyebut anaknya menerima empat buah pisang yang kondisinya sudah lembek, ditambah roti dan sedikit irisan keju.

“Kalau hanya pisang dan roti seperti itu, kami sebagai orang tua sebenarnya mampu menyediakan sendiri. Yang kami harapkan adalah menu bergizi dan seimbang sesuai program pemerintah,” ujarnya.

Tim media ini yang melakukan penelusuran ke sekolah lain di desa yang sama juga mendapati menu serupa dibagikan untuk siswa TK dan PAUD, yakni roti, dua buah pisang, dan potongan keju tipis.

Senada dengan Arifin, Jaenuri orang tua murid lainnya, menyampaikan bahwa persoalan menu MBG dapur SPPG yang berada di Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro bukan kali pertama terjadi.

Dia menilai pelaksanaan program selama ini terkesan asal-asalan dan tidak mencerminkan standar gizi yang seharusnya.

“Program ini dibuat untuk pemenuhan gizi seimbang, bukan sekadar formalitas. Kami sudah sering mengeluh, tapi belum ada perubahan signifikan,” ungkap mereka.

Menurut para wali murid, jika memang anggaran yang digelontorkan cukup besar, maka seharusnya kualitas dan variasi menu juga sebanding.

Para orang tua murid berharap ada pengecekan langsung dari pihak berwenang untuk memastikan pengelolaan program berjalan sesuai aturan.

Masyarakat meminta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Turigede dan wilayah lain.

Transparansi anggaran serta pengawasan mutu makanan dinilai menjadi kunci agar tujuan program benar-benar tercapai.

Beberapa orang tua bahkan menyatakan, apabila layanan tidak mampu menghadirkan menu yang layak dan bergizi, lebih baik program ditinjau ulang ketimbang terus berjalan tanpa perbaikan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG setempat terkait keluhan tersebut. Warga berharap ada respons cepat agar polemik tidak semakin meluas. (yin)

Call center polda jatim