Ragam

‎Program Makan Gratis Di Lamongan Mandek, Siswa Dan Orang Tua Jadi Korban

orbitnasional333
1092
×

‎Program Makan Gratis Di Lamongan Mandek, Siswa Dan Orang Tua Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
IMG 20251219 WA0053

‎LAMONGAN – Program Makan Bergizi Gratis yang sempat digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekolah di Kabupaten Lamongan kini justru menyisakan kekecewaan, Jum’at (19/12/2025)

‎Program yang berjalan di wilayah Kecamatan Pucuk tersebut dilaporkan berhenti beroperasi secara tiba-tiba, meninggalkan ribuan siswa tanpa kepastian.

‎Sejak lebih dari sepekan terakhir, dapur penyedia makanan tidak lagi mendistribusikan paket makan gratis ke sekolah-sekolah.

‎Akibatnya, para siswa kembali harus membawa bekal sendiri dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah.

‎kondisi yang berbanding terbalik dengan tujuan awal program yang ingin meringankan beban masyarakat.

‎Penghentian layanan ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan wali murid. Banyak orang tua mengaku kecewa karena program yang seharusnya berkelanjutan justru terhenti di tengah jalan.

‎Beban pengeluaran keluarga pun kembali meningkat, sementara anak-anak kehilangan asupan gizi yang sebelumnya dijanjikan secara rutin.

‎Lebih ironis lagi, berhentinya program ini juga berdampak pada puluhan pekerja dapur yang terpaksa dirumahkan.

‎Mereka harus menelan kenyataan pahit akibat terhentinya aliran operasional, tanpa kejelasan kapan program akan kembali berjalan.

‎Informasi yang beredar menyebutkan, tersendatnya pencairan anggaran dari pemerintah pusat menjadi penyebab utama lumpuhnya program tersebut.

‎Kondisi ini memperlihatkan lemahnya perencanaan dan koordinasi, sehingga program strategis yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak justru gagal berjalan optimal.

‎Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam. Program yang menyangkut gizi dan masa depan generasi muda seharusnya tidak dijalankan setengah-setengah.

‎Tanpa kepastian dan tanggung jawab yang jelas, program makan gratis dikhawatirkan hanya akan menjadi janji manis tanpa realisasi nyata.(Ded)