Daerah

Proyek Jembatan Sroyo Bojonegoro Terkendala Banjir, Ini Penjelasannya

amunisinews001
6833
×

Proyek Jembatan Sroyo Bojonegoro Terkendala Banjir, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260215 WA0029

BOJONEGORO – Pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sroyo, Kecamatan Kanor dan Desa Banjaranyar, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, menghadapi tantangan serius akibat tingginya debit air sungai di musim penghujan.

Proyek yang berlokasi di wilayah Desa Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro itu sempat mengalami perlambatan pekerjaan karena aliran sungai kerap meluap dan menyebabkan banjir.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses penggalian pondasi hingga pengecoran struktur jembatan.

Pengawas proyek, Ali, menjelaskan bahwa kendala utama saat ini adalah faktor cuaca dan tingginya intensitas hujan.

“Kami sudah berusaha maksimal agar pembangunan jembatan penghubung Desa Sroyo dan Desa Banjaranyar ini bisa cepat selesai serta tetap sesuai prosedur. Tapi kondisi sungai yang sering banjir membuat proses pengecoran jadi sulit,” ujarnya kepada awak media, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, tim pelaksana tidak tinggal diam. Sejumlah strategi diterapkan untuk menyiasati kondisi lapangan, termasuk mengatur pengalihan aliran sungai secara bergantian agar pekerjaan tetap bisa berjalan.

“Kami siapkan rangkaian besi lebih dulu. Sambil menunggu kondisi air memungkinkan, kami atur aliran sungai supaya bisa segera melakukan pengecoran,” tambahnya.

Dari pantauan langsung di lokasi, derasnya arus sungai memang menjadi hambatan utama dalam pengerjaan pondasi.

Meski demikian, rangkaian besi untuk struktur jembatan sudah tersusun rapi dan sesuai spesifikasi teknis.

Para pekerja terlihat tetap aktif di lapangan, memanfaatkan waktu ketika debit air menurun untuk melanjutkan tahapan pekerjaan.

Upaya percepatan terus dilakukan tanpa mengabaikan standar keselamatan dan kualitas konstruksi.

Selain itu, aspek perencanaan dan pengawasan proyek juga melibatkan masyarakat setempat.

Jadwal pelaksanaan telah disusun secara realistis menyesuaikan kondisi cuaca, sementara pengawasan teknis berjalan untuk memastikan pembangunan sesuai spesifikasi.

Pihak pelaksana menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen utama agar pembangunan jembatan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Sroyo dan Desa Banjaranyar.

Jembatan tersebut diharapkan nantinya memperlancar akses mobilitas warga, memperkuat konektivitas antar wilayah Bojonegoro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Meski diuji cuaca ekstrem, proyek ini tetap dikebut dengan perhitungan matang demi hasil yang kuat, aman, dan berkualitas. (yin)