AMUNISI NEWS – Aktivitas gempa bumi kembali tercatat di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan dengan magnitudo bervariasi terjadi di Sulawesi Utara hingga Banten.
BMKG menegaskan, informasi yang dirilis mengutamakan kecepatan sehingga data masih dapat berubah seiring pemutakhiran.
Gempa bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah timur laut Melonguane pada pukul 17.11.08 WIB.
Koordinat 4,32 LU – 128,44 BT
Pusat gempa 199 km timur laut Melonguane, kedalaman 114 kilometer.
Dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer, gempa ini tergolong gempa menengah dan umumnya tidak berpotensi merusak.
Tak berselang lama, gempa bermagnitudo 3,8 juga terjadi di wilayah barat daya pada pukul 17.08.39 WIB.
Koordinat 7,50 LS – 106,06 BT,
pusat gempa, 66 km barat daya Bayah, Provinsi Banten dengan kedalaman 27 kilometer.
Dengan kedalaman relatif dangkal, gempa ini berpotensi terasa di beberapa wilayah sekitar, meski hingga kini belum ada laporan kerusakan.
Selain Melonguane dan Bayah, BMKG juga mencatat gempa bumi di beberapa daerah lain pada hari yang sama, antara lain, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (M3,9). Sarmi, Papua (M3,9). Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat (M3,4). Jailolo, Maluku Utara (M3,1).
Mayoritas gempa berkekuatan di bawah magnitudo 4 dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG menyampaikan bahwa informasi awal gempa disebarkan secara cepat untuk kepentingan kewaspadaan publik.
Namun, parameter seperti magnitudo dan lokasi bisa mengalami pembaruan setelah analisis lanjutan.
Masyarakat dihimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti pembaruan resmi dari BMKG.
Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang membuat aktivitas seismik relatif tinggi.
Oleh sebab itu, kewaspadaan dan edukasi kebencanaan menjadi hal penting. (dpw)






