Kuliner

Sanggring Kolak Ayam Gumeno Gresik, Warisan Dakwah Sejak 1540

amunisinews001
8745
×

Sanggring Kolak Ayam Gumeno Gresik, Warisan Dakwah Sejak 1540

Sebarkan artikel ini
IMG 20260304 WA0003

GRESIK – Kota tua yang sarat sejarah seperti Gresik tidak pernah kehabisan kisah.

Di balik megahnya jejak peradaban dan dakwah Walisongo, ada satu tradisi unik yang terus hidup hingga kini, yaitu Sanggring Kolak Ayam dari Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Tradisi ini adalah warisan spiritual, sejarah, sekaligus identitas masyarakat Gumeno yang digelar setiap malam ke-23 Ramadan di kawasan Masjid Sunan Dalem, Gresik.

Pertanyaannya, sudahkah generasi muda benar-benar memahami asal-usulnya.

Setiap malam ke-23 bulan suci, ribuan warga memadati area masjid untuk mengikuti semarak Sanggring, yang oleh masyarakat Gresik lebih akrab disebut Kolak Ayam Gumeno.

Aroma rempah khas langsung menyambut siapa saja yang datang.

Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun sejak abad ke-16, tepatnya sekitar tahun 1540 Masehi, pada masa dakwah putra Sunan Giri.

Sanggring tak bisa dilepaskan dari sosok Sunan Dalem, putra kedua Sunan Giri.

Konon, setelah membangun masjid di Desa Gumeno sebagai pusat penyebaran Islam, Sunan Dalem jatuh sakit.

Dalam masa pemulihan, beliau mengonsumsi ramuan berbahan dasar daging ayam yang dicampur jinten serta berbagai rempah pilihan.

Masyarakat Gresik meyakini resep tersebut didapatkan melalui petunjuk spiritual dari Sunan Giri.

Ramuan inilah yang kemudian berkembang menjadi sajian kolak ayam khas Gumeno dan dilestarikan sebagai tradisi tahunan.

Nama Sanggring sendiri memiliki arti mendalam, Sang berarti raja atau pemimpin
Gring berarti sakit.

Secara harfiah, Sanggring dimaknai sebagai “raja yang sakit”.

Penamaan ini menjadi simbol penghormatan kepada Sunan Dalem sekaligus pengingat sejarah dakwah Islam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Bagi warga setempat, melestarikan tradisi ini adalah bentuk bakti kepada leluhur sekaligus wujud menjaga identitas desa.

Sanggring Kolak Ayam bukan hanya tentang rasa. Ini adalah warisan budaya lokal.

Jejak dakwah Islam abad ke-16, simbol kebersamaan masyarakat, pengikat generasi tua dan muda.

Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi alarm budaya, jangan sampai generasi muda Gumeno hanya menikmati hidangannya, tetapi lupa sejarahnya.

Sebagai kota dengan kekayaan sejarah luar biasa, Gresik memiliki banyak peninggalan budaya yang harus dijaga.

Sanggring adalah salah satu bukti bahwa tradisi bukan sekedar seremoni, melainkan warisan nilai, spiritualitas, dan kearifan lokal.

Jika bukan pemuda Gumeno yang memahami dan meneruskan, lalu siapa lagi.

Tradisi boleh tua, tetapi semangat melestarikannya harus tetap muda. (az)