LAMONGAN – Ada pemandangan tak biasa di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (4/3/2026) sore.
Ratusan warga binaan yang tengah berjuang sembuh dari gangguan jiwa (ODGJ) dan jeratan narkoba tampak sumringah saat kedatangan tamu istimewa.
Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, memboyong seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU) hingga para Kapolsek untuk berbagi kasih dan buka puasa bersama 300 pasien rehabilitasi.
Acara yang dimulai menjelang maghrib ini dibuka dengan tausiyah menyentuh dari Gus Fahmi (KH Ahmad Hasyim Fahmi).
Ulama asal Babat Lamongan ini mengingatkan para pasien agar tidak merasa kerdil atau kehilangan harapan meski sedang menjalani masa pemulihan.
“Saudara-saudaraku, jangan berkecil hati. Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri. Jika belum mampu ibadah berat, bacalah surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas. Allah tetap mencatat ketulusan kalian,” pesan Gus Fahmi.
Bagi AKBP Arif Fazlurrahman, kunjungan ini bukan hanya agenda rutin kepolisian. Ia mengaku kagum dengan dedikasi Ipda Purnomo, sosok polisi Lamongan yang dikenal publik sebagai pengelola yayasan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres Lamongan mengutip Surat Al-Baqarah ayat 45 tentang kekuatan sabar dan sholat.
Dia bahkan memberi instruksi khusus kepada para Kapolsek jajaran Polres Lamongan yang hadir untuk mencontoh ketulusan dalam melayani masyarakat tanpa pandang bulu.
“Saya ingin seluruh anggota Polri menjadi sosok penolong. Lihatlah bagaimana keluarga besar yayasan ini merawat saudara-saudara kita dengan ikhlas. Inilah teladan nyata bagi kita semua,” tegas Kapolres.
Puncak acara terasa sangat hangat saat adzan Maghrib berkumandang.
Tidak ada jarak antara perwira polisi dengan para pasien.
Mereka duduk bersila, makan bersama, dan melaksanakan sholat Maghrib hingga Tarawih berjamaah dalam satu barisan.
Momen bincang santai setelah makan bersama menjadi bukti bahwa sentuhan kemanusiaan jauh lebih bermakna daripada sekadar penegakan hukum.
Bagi para pasien, kehadiran aparat berseragam ini menjadi suntikan semangat baru untuk segera sembuh dan kembali ke tengah masyarakat. (ded)






