Peristiwa

Sidik Jari Ungkap Identitas Pria Tewas Tertabrak Kereta di Babat Lamongan

amunisinews001
8744
×

Sidik Jari Ungkap Identitas Pria Tewas Tertabrak Kereta di Babat Lamongan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260316 WA0011

LAMONGAN – Misteri identitas pria yang ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

Korban yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas itu akhirnya diketahui setelah Tim INAFIS Satreskrim Polres Lamongan melakukan proses identifikasi melalui pemeriksaan sidik jari menggunakan alat Inafis Portable System (IPS).

Proses identifikasi tersebut dilakukan di RSU Karangkembang Babat Lamongan, pada Minggu (15/3/2026).

Petugas mengambil sidik jari telunjuk kiri korban untuk dicocokkan dengan database sistem identifikasi milik kepolisian.

Hasilnya, identitas korban akhirnya terungkap. Pria tersebut diketahui bernama Muz (52), yang berasal dari Lamongan dan pernah tinggal di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat.

Saat ini korban diketahui berdomisili di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu bermula ketika petugas Polsek Babat menerima laporan dari petugas stasiun mengenai adanya informasi dari masinis Kereta Api Blambangan Ekspres yang menabrak seorang pria di jalur rel.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 23.40 WIB di jalur rel KM 158+5/6 wilayah Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan.

Korban diduga sedang menyeberang rel dari arah utara menuju selatan saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah bersama anggota dan petugas stasiun segera melakukan penyisiran di sepanjang jalur rel.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan di sekitar KM 157+700 dalam kondisi telah meninggal dunia akibat tertemper kereta api.

Karena tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban, polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Lamongan untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya kantong merah berisi sembako seperti mi instan, beras, dan minyak goreng.
Selain itu ditemukan pula sepasang sandal berwarna hitam serta topi hitam bertuliskan “Pramuka”.

Setelah identitas korban berhasil diketahui melalui pemeriksaan sidik jari, pihak kepolisian segera menghubungi keluarga korban yang berada di Banaran serta kerabatnya di Kabupaten Blora.

Keluarga yang datang ke RSU Karangkembang Babat kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan anggota keluarga mereka.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Blora.

Keberhasilan proses identifikasi ini sekaligus menunjukkan peran penting teknologi identifikasi modern yang dimiliki kepolisian dalam membantu mengungkap identitas korban kecelakaan secara cepat, sehingga keluarga dapat segera memperoleh kepastian. (ded)