LAMONGAN – Di tengah semangat membangun negeri dari desa, langkah nyata ditunjukkan oleh lintas elemen di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Rabu pagi yang cerah menjadi saksi sinergi luar biasa antara TNI, Polri, Muspika, Perhutani, dan petani lokal, yang bahu-membahu menggelar penanaman jagung serentak di kawasan hutan Perhutani Desa Laren, Kamis (9/10/2025)
Di lahan yang dulu hanya disapa angin dan sunyi hutan, kini tumbuh harapan baru.
Melalui sistem agroforestri, para petani bersama aparat negara mengubah lahan tidur menjadi ladang subur penghasil pangan.
Tak hanya menanam jagung, mereka menanam asa akan masa depan yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pj Danramil 0812/19 Laren, Pelda Suhadi Prayitno, yang turun langsung dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan bukanlah sekadar kewajiban, melainkan panggilan pengabdian.
“Apa yang kami lakukan hari ini bukan hanya menanam benih di tanah, tetapi juga menanam tekad dan semangat kemandirian pangan bagi bangsa. TNI hadir untuk rakyat, bersama rakyat, demi rakyat,” ungkap Pelda Suhadi penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa Babinsa akan terus mendampingi para petani, dari proses tanam hingga panen, guna memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Camat Laren, Syam Teguh, S.H., M.M., turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi luar biasa ini.
“Dengan kebersamaan, tidak ada yang mustahil. Tanah yang dulu kosong kini menjadi sumber kehidupan. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat bisa menjadi kekuatan besar untuk membangun desa,” ujar Camat Syam Teguh.
Beliau juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, terutama di tengah dinamika ekonomi dan iklim yang terus berubah.
Program tanam jagung di lahan hutan Perhutani ini menjadi model sinergi lintas sektor yang layak dicontoh.
Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan melalui pemanfaatan yang cerdas dan ramah lingkungan.
Di balik butiran jagung yang nanti dipanen, tersimpan kisah tentang gotong royong, cinta tanah air, dan komitmen menjaga negeri melalui ketahanan pangan.
Sebagaimana benih yang tumbuh menjadi tanaman, semangat kolaboratif ini pun diharapkan terus berkembang, menyebar, dan menginspirasi daerah lain untuk ikut serta dalam gerakan swasembada pangan yang menyatukan kekuatan rakyat dan negara.(ded)
Sinergi TNI, Polri, Muspika, Perhutani, Dan Petani Dukung Ketahanan Pangan Lewat Tanam Jagung Serentak






