TNI/POLRI

‎Sinergi TNI, Tiga Pilar, Dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang Di Desa Bali Jombok

orbitnasional333
780
×

‎Sinergi TNI, Tiga Pilar, Dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang Di Desa Bali Jombok

Sebarkan artikel ini
Img 20251021 wa0036

LAMONGAN – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, tak hanya membawa derasnya air dari langit, namun juga menggugurkan sebuah pohon besar yang tumbang melintang di jalan Desa Bali Jombok, mengancam keselamatan dan menghambat akses warga, Selasa (21/10/2025)

‎Namun, di balik badai yang datang tiba-tiba, sinergi dan kekompakan antar elemen masyarakat justru bersinar terang.

‎Tanpa menunggu lama, Babinsa Koramil 0812/14 Sukodadi bersama Polsek Sukodadi, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan tentunya masyarakat setempat, bahu-membahu melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi.

‎Batang pohon yang menghalangi jalan berhasil dipotong dan disingkirkan dalam waktu singkat.

‎Tak hanya memulihkan akses lalu lintas, tindakan ini juga menghapus potensi bahaya yang mengintai rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

‎Danramil 0812/14 Sukodadi, Kapten Inf Sobar Atnanto, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

‎”Inilah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tiga Pilar TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah bergerak dalam satu irama bersama masyarakat. Tanggap, cepat, dan solid. Semangat gotong royong ini adalah kekuatan terbesar kita dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

‎Beliau juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah cuaca yang kian tak menentu.

‎“Kami imbau masyarakat untuk terus waspada, khususnya saat hujan deras dan angin kencang datang. Hindari berteduh di bawah pohon tua atau lapuk, dan pastikan lingkungan sekitar tetap aman dan bersih dari potensi bahaya,” tambahnya.

‎Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, langkah cepat dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat menjadi cermin nyata bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam.

‎Koramil Sukodadi menegaskan akan terus siaga 24 jam, memantau wilayah binaan dan berkoordinasi dengan aparat desa serta instansi terkait demi menciptakan lingkungan yang aman, tanggap, dan tangguh terhadap segala kemungkinan.(ded)