Daerah

Tak Lagi Waswas Kekeringan, Infrastruktur Irigasi Bojonegoro Melonjak Tajam

amunisinews001
8792
×

Tak Lagi Waswas Kekeringan, Infrastruktur Irigasi Bojonegoro Melonjak Tajam

Sebarkan artikel ini
IMG 20260219 WA0044

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus menggeber pembangunan infrastruktur irigasi sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan daerah.

Proyek ini bukan sekedar pembangunan fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan produktivitas pertanian di Bojonegoro tetap stabil sepanjang musim.

Hingga akhir 2025, progresnya menunjukkan capaian signifikan.

Program pembangunan jaringan irigasi telah menjangkau 108 desa di Kabupaten Bojonegoro, sementara rehabilitasi difokuskan di 11 desa strategis.

Dari total tersebut, sebanyak 72 titik pembangunan dan 4 titik rehabilitasi telah rampung 100 persen.

Total panjang jaringan irigasi yang berhasil dibangun dan diperbaiki mencapai 14.851,80 meter.

Angka ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas jaringan irigasi kategori “Baik” yang melonjak dari 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa ketersediaan air adalah kunci stabilitas produksi pangan.

“Irigasi yang memadai adalah fondasi pertanian. Kami ingin petani tidak lagi cemas soal pasokan air, baik saat musim hujan maupun kemarau. Jika air lancar, panen pun stabil,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Akselerasi pembangunan irigasi di Bojonegoro ini membawa sejumlah manfaat langsung bagi masyarakat tani.

Petani kini lebih tenang menghadapi musim kemarau karena suplai air terjaga, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.

Dengan akses air yang stabil, petani Bojonegoro bisa meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun.

Ketergantungan pada pompa air manual atau irigasi darurat yang mahal semakin berkurang, sehingga biaya operasional dapat ditekan.

Produksi pertanian yang stabil memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dari hasil lokal.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro menegaskan, pembangunan irigasi ini merupakan investasi strategis untuk mendongkrak ekonomi perdesaan.

Infrastruktur air yang andal diyakini mampu meningkatkan volume sekaligus kualitas hasil panen, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani.

“Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata. Kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci agar Bojonegoro tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh di masa depan,” pungkas Kadin PU SDA Helmy.

Dengan langkah masif ini, Bojonegoro tidak hanya memperbaiki saluran air, tetapi juga memperkuat fondasi kemandirian pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi nasional. (yin)