Infotaiment

Usaha Jajanan Serba Seribu di Padangan Bojonegoro Ini Diserbu Pembeli Dalam dan Luar Kota

amunisinews001
1
×

Usaha Jajanan Serba Seribu di Padangan Bojonegoro Ini Diserbu Pembeli Dalam dan Luar Kota

Sebarkan artikel ini
IMG 20260826 WA0005

BOJONEGORO — Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro makin menunjukkan tajinya.

Di Jalan Diponegoro, Kecamatan Padangan, sebuah toko kue milik perempuan bernama Tika mendadak jadi perbincangan hangat.

Bagaimana tidak, ia menjajakan beragam jenis kue dan jajanan basah dengan harga yang sangat ramah kantong yakni cuma Rp1.000 per buah.

Meski dibanderol dengan harga murmer (murah meriah), skala bisnis ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam sehari, usaha Tika mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 35.000 kue.

Luar biasanya, seluruh stok kue tersebut rutin ludes diserbu pembeli, baik yang datang langsung ke lokasi maupun melalui pemesanan antar daerah.

Dengan volume penjualan yang fantastis tersebut, tak heran jika omzet kotor yang diraup Tika bisa menembus Rp30 juta hingga Rp35 juta per hari.

Siapa sangka, bisnis yang berkembang pesat ini ternyata baru seumur jagung.

Tika mengungkapkan bahwa usaha kue seribuan ini baru berjalan sekitar tiga bulan.

Namun berkat konsistensi dan konsep harga yang merakyat, jangkauan pasarnya meluas sangat cepat.

“Semua varian kue harganya sama, seribu rupiah. Alhamdulillah, produksi 30 sampai 35 ribu jajanan setiap hari selalu habis,” ujar Tika saat ditemui di lokasi usahanya.

Bukan cuma warga Bojonegoro, gelombang pesanan kini mengalir deras dari wilayah luar daerah seperti Cepu, Solo, hingga Yogyakarta.

Menu yang disajikan pun sangat variatif, mulai dari donat, roti manis, kukis, brownies, hingga risol gurih.

Di tengah lonjakan harga bahan baku pangan, strategi Tika untuk tidak menaikkan harga jual menjadi magnet kuat bagi para konsumen.

Rahasianya terletak pada efisiensi biaya melalui produksi massal.

“Kita bisa jual murah karena produksinya dalam skala besar,” jelas Tika.

Untuk mengejar target produksi puluhan ribu kue saban hari, proses pembuatan kue dilakukan non stop dengan memberdayakan 20 orang tenaga kerja lokal.

Aktivitas penjualan sendiri biasanya mulai dipadati pembeli sejak siang hingga malam hari.

Langkah ini secara langsung turut menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar Kecamatan Padangan.

Kehadiran toko kue ini disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Harga yang sangat ekonomis membuat banyak warga tak ragu memborong dalam jumlah besar, baik untuk konsumsi harian maupun acara hajatan.

Rina, salah satu pembeli setia, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan toko kue serba seribu ini.

Menurutnya, selisih harga dengan wilayah perkotaan terbilang lumayan jauh.

“Sangat puas belanja di sini karena semuanya serba seribu. Kalau beli di kota harganya bisa Rp2.000 sampai Rp3.000 per biji. Di sini mutlak seribu rupiah,” ungkap Rina.

Keberhasilan usaha kue murah di Padangan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pemasaran, efisiensi rantai produksi dan keberanian mengambil peluang mampu membawa UMKM daerah naik kelas sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata bagi warga sekitar. (Yin)