Peristiwa

Rumah Warga Banjarejo Bojonegoro Ludes Terbakar, Damkar Berjuang 2 Jam Lebih

×

Rumah Warga Banjarejo Bojonegoro Ludes Terbakar, Damkar Berjuang 2 Jam Lebih

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Kebakaran melanda sebuah rumah milik Titi Suparti (53), warga Kelurahan Banjarejo, RT 04 RW 01, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/10/2026).

Kobaran api menghanguskan seluruh bangunan rumah berukuran 12 x 10 meter persegi dengan taksiran kerugian mencapai Rp150 juta, termasuk isi rumah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro menduga kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik.

Meski bangunan rumah terbakar hingga 100 persen, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, api diperkirakan mulai membakar rumah sekitar pukul 13.55 WIB.

Petugas Pos Kota menerima laporan kejadian pada pukul 14.13 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi dua menit kemudian.

Dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer, petugas tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 14.22 WIB.

Upaya pemadaman kemudian dilakukan hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 16.30 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, menjelaskan bahwa petugas bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran di Kelurahan Banjarejo.

Sebanyak tujuh personel dikerahkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit kendaraan suplai air dari BPBD Bojonegoro.

Menurutnya, operasi pemadaman berlangsung lancar dan terkendali hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 16.30 WIB.

“Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Petugas juga berhasil menyelamatkan dua bangunan di sekitar lokasi agar tidak ikut terbakar,” ungkapnya.

Siswoyo menambahkan, penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik.

“Masyarakat dihimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menggunakan peralatan kelistrikan sesuai standar guna mengurangi risiko kebakaran di lingkungan permukiman,” tegasnya.

Untuk mendukung operasi pemadaman, petugas mengerahkan satu unit Fire Truck Firedome, satu unit Fire Truck Falcon Fire, serta tiga unit kendaraan suplai air milik BPBD.

Sejumlah unsur turut membantu penanganan di lokasi, meliputi BPBD Bojonegoro, Polsek Kota, perangkat Kelurahan Banjarejo, dan warga setempat.

Sinergi antar personel dan dukungan masyarakat membantu proses penanganan berjalan lancar.

Berdasarkan laporan petugas, tidak terdapat kendala berarti selama operasi pemadaman berlangsung.

Dampak kebakaran tidak hanya menjadi perhatian karena besarnya kerusakan pada rumah korban, tetapi juga karena adanya bangunan lain di sekitar lokasi yang berpotensi terdampak.

Dalam laporan Damkarmat, rumah milik Titi Suparti mengalami kerusakan akibat terbakar hingga 100 persen. Nilai kerugian bangunan beserta isinya diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Di tengah penanganan tersebut, petugas juga berhasil menyelamatkan dua bangunan di sisi barat dan timur rumah yang terbakar.

Bangunan di sisi barat milik Fajar, dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp4 miliar, dilaporkan selamat beserta isinya.

Sementara itu, rumah milik Slamet Budiono di sisi timur, dengan taksiran nilai aset Rp2 miliar, juga berhasil diselamatkan.

Dengan demikian, total nilai aset kedua bangunan yang dilaporkan berhasil diamankan mencapai sekitar Rp6 miliar.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dari upaya petugas mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

Meski demikian, rumah milik Titi Suparti mengalami kerusakan berat sehingga kerugian materiil tetap cukup besar bagi pemiliknya.

Berdasarkan keterangan awal Damkarmat, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik.

Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan sebagaimana tercantum dalam laporan kejadian.

Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.

Pemeriksaan kabel, sambungan listrik, dan peralatan elektronik secara berkala dapat menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran di rumah.

Selain melaksanakan pemadaman, petugas Damkarmat Bojonegoro juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tugas pokok dan fungsi dinas pemadam kebakaran serta penyelamatan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dan pentingnya segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani secepat mungkin.

Peristiwa di Kelurahan Banjarejo ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu menjadi perhatian bersama, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdekatan.

Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar bagi pemilik rumah.

Kesiapsiagaan petugas dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian serta perlindungan terhadap bangunan di sekitarnya. (yin)