TNI/POLRI

KH Tamam Puji Polres Bojonegoro, Ini Alasannya

×

KH Tamam Puji Polres Bojonegoro, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Upaya Polres Bojonegoro mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis mendapat apresiasi dari tokoh agama sekaligus pengurus Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, KH. Tamam Syaifuddin.

Dia menilai program Polisi Bersama Masyarakat menjadi langkah positif dalam membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian dan warga.

Melalui pendekatan yang terbuka dan tanpa sekat, Polri diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam bidang sosial dan pendidikan.

Apresiasi tersebut disampaikan KH. Tamam Syaifuddin di sela-sela kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kehadiran polisi secara langsung di tengah masyarakat memberikan ruang untuk membangun komunikasi yang lebih baik.

Interaksi semacam ini juga dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

KH. Tamam Syaifuddin menilai kegiatan sosial dan edukasi yang melibatkan kepolisian memiliki manfaat penting bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, polisi dapat membangun kedekatan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Program Polisi Bersama Masyarakat ini sangat positif karena menghadirkan polisi lebih dekat dengan masyarakat tanpa sekat. Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar KH. Tamam Syaifuddin kepada awak media di lokasi.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih harmonis antara polisi dan masyarakat.

Komunikasi yang terbuka memungkinkan masyarakat merasa lebih dekat, sehingga kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat semakin diperkuat.

Ia berharap pendekatan tersebut terus dikembangkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren, sekolah, dan komunitas warga.

Selain mengapresiasi program Polisi Bersama Masyarakat, KH. Tamam juga menyoroti pentingnya kegiatan Polisi Peduli Pendidikan yang menyasar kalangan pelajar.

Menurutnya, edukasi hukum sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu membedakan perilaku positif dengan tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Lingkungan pendidikan dinilai menjadi tempat strategis untuk menanamkan kesadaran hukum sekaligus memperkuat karakter generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menaati aturan, menjaga pergaulan, menghormati sesama, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.

KH. Tamam menilai pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Tidak hanya sekolah dan keluarga, kepolisian serta tokoh agama juga memiliki peran dalam memberikan pemahaman dan teladan kepada para pelajar.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi yang berkarakter dan siap berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, KH. Tamam menyebut program Polisi Bersama Masyarakat sejalan dengan semangat Quick Wins Kapolri dalam memperkuat pelayanan serta kedekatan Polri dengan masyarakat.

Dirinya menilai kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, lembaga pendidikan dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui sinergi tersebut, upaya menjaga keamanan tidak hanya bertumpu pada aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pesantren dan sekolah, misalnya, dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada generasi muda.

Sementara itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat berperan dalam memperkuat nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kolaborasi yang berjalan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban bersama.

KH. Tamam Syaifuddin berharap program Polisi Bersama Masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, terutama oleh kalangan pelajar yang membutuhkan pendampingan dan edukasi dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.

“Ke depan, kami berharap program ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama pelajar. Sinergi Polri dengan pesantren, sekolah, dan tokoh masyarakat perlu terus diperkuat untuk membangun kesadaran hukum sejak dini serta mewujudkan Bojonegoro yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Apresiasi dari KH. Tamam Syaifuddin tersebut menjadi dorongan bagi penguatan kolaborasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan serta keagamaan.

Dengan komunikasi yang terbuka, edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat, program Polisi Bersama Masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Bojonegoro. (yin)