LAMONGAN — Dalam semangat pengabdian kepada negeri dan kepedulian terhadap nasib para petani, Babinsa Koramil 0812/13 Sugio,
Serka Rofiq, menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, KUPT Sugio, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Kemis (24/7/2025)
untuk melaksanakan penyuluhan hama wereng kepada para petani di Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya nyata menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan literasi pertanian di kalangan petani.
Penyuluhan ini difokuskan pada cara mengenali gejala awal serangan hama wereng, strategi pencegahan, hingga teknik pengendalian yang efektif namun tetap ramah lingkungan.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan ilmu dan pemahaman tentang ancaman nyata seperti hama wereng. Kami hadir di tengah mereka bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tapi juga sebagai mitra dalam membangun pertanian yang tangguh,” tutur Serka Rofiq dengan penuh semangat.
Di hadapan para petani yang hadir, Serka Rofiq menjelaskan bahwa hama wereng bukan sekadar gangguan biasa.
melainkan momok yang dapat merontokkan harapan petani dalam sekejap. Karenanya, langkah pencegahan dan pengendalian harus dilakukan secara cermat dan terkoordinasi.
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Bapak Mastur, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor ini.
Ia menilai penyuluhan semacam ini mampu membangkitkan kesadaran kolektif petani terhadap pentingnya pengelolaan hama secara terpadu.
“Dengan pengetahuan yang tepat, petani bisa mengambil keputusan yang bijak di lahan mereka. Ini bukan hanya tentang menyelamatkan padi, tapi juga menyelamatkan penghidupan keluarga dan menjaga stabilitas pangan daerah,” ungkapnya.
Penyuluhan ini juga menjadi bukti konkret komitmen Koramil 0812/13 Sugio dalam mendukung program pertanian berkelanjutan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman, kolaborasi antara aparat teritorial dan instansi pertanian menjadi kunci utama dalam menciptakan pertanian yang resilien.
Melalui edukasi yang berkelanjutan dan pendampingan yang intensif, harapannya para petani di Gondanglor dan sekitarnya tak lagi hanya menjadi pelaku, tetapi juga pengelola yang cerdas dalam menghadapi ancaman hama.
Dengan demikian, masa depan pertanian Lamongan bisa tumbuh subur bersama semangat kebersamaan dan pengetahuan yang terus disemai.(Ded)






