Peristiwa

Tragis Di Tengah Sawah Seorang Petani Di Lamongan Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

orbitnasional333
9492
×

Tragis Di Tengah Sawah Seorang Petani Di Lamongan Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

Sebarkan artikel ini
Img 20251011 wa0076

‎LAMONGAN – Sebuah duka menyelimuti Dusun Suwalan, Desa Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

‎Seorang petani bernama Taselem, warga setempat, ditemukan meninggal dunia di tengah hamparan sawah miliknya setelah diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus rakitan.

‎Peristiwa memilukan itu terjadi, Sabtu (11/10/2024), sontak mengejutkan warga sekitar. Korban yang dikenal sebagai sosok pekerja keras itu, pagi harinya masih terlihat beraktivitas seperti biasa mengayuh sepeda ontel dan membawa alat semprot untuk merawat padinya yang mulai menguning.

‎Namun, siang itu menjadi perjalanan terakhir bagi Taselem. Sekitar pukul 15.30 WIB, laporan masuk ke Polsek Maduran dari Kepala Desa Blumbang, Sujiono, S.E., yang menerima kabar tentang seorang warganya yang ditemukan tak bernyawa di pematang sawah.

‎Saksi mata, Nurkholik, menceritakan bahwa korban sebelumnya terlihat menuju sawah sekitar pukul 13.00 WIB.

‎Beberapa saat kemudian, ia mendengar kabar bahwa terdapat kabel listrik aktif mengarah ke lahan milik korban.

‎Curiga, ia langsung menuju lokasi dan mendapati sepeda ontel korban tergeletak di tepi sawah.

‎Rasa cemas berubah menjadi kepanikan ketika korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan tangan kiri masih menggenggam kawat jebakan tikus yang bertegangan listrik. Saat dicek, korban sudah tidak bernyawa.

‎Petugas dari Polsek Maduran yang dipimpin Kapolsek AKP Bambang Siswoyo, S.H., bersama tim medis dari Puskesmas Maduran dan perangkat desa, segera melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

‎Pemeriksaan awal memastikan korban meninggal akibat sengatan listrik dari kawat jebakan tikus yang dipasang di sawahnya.

‎Jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Maduran untuk keperluan visum.

‎Dalam pernyataannya, Kasihumas Polres Lamongan mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan listrik sebagai perangkap tikus.

‎Cara ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain.

‎“Kami mengajak para petani untuk beralih ke metode pengendalian hama yang lebih aman. Jangan sampai niat menjaga hasil panen justru berakhir dengan kehilangan nyawa,” ujarnya dengan tegas.

‎Polres Lamongan berkomitmen untuk terus menyosialisasikan bahaya jebakan tikus beraliran listrik kepada masyarakat, demi mencegah tragedi serupa di masa depan.(Ded)