TNI/POLRI

Wujud Empati Tanpa Batas,Polres Lamongan Antar Jenazah Hingga Ke Pekalongan ‎

orbitnasional333
734
×

Wujud Empati Tanpa Batas,Polres Lamongan Antar Jenazah Hingga Ke Pekalongan ‎

Sebarkan artikel ini
Img 20251022 wa0110 copy 1280x960

LAMONGAN – Keheningan pagi di Lamongan terusik oleh kepedihan yang mendalam. Seorang pria ditemukan tak bernyawa di sebuah parit di tepi Jalan Nasional Lamongan–Babat, Dusun Sumlawang, Desa Surabayan.

‎Tubuhnya terikat, wajahnya tertutup kain kuning sebuah pemandangan yang menggetarkan hati siapa pun yang menyaksikannya.

‎Setelah melalui proses identifikasi di RSUD dr. Soegiri Lamongan, terungkap bahwa korban adalah ARH, warga Pekalongan, Jawa Tengah.

‎Penemuan ini bukan hanya membuka tabir identitas, tapi juga membuka pintu kepedulian yang tulus dari jajaran Polres Lamongan.

‎Tanpa menunggu lama, Kapolres Lamongan memerintahkan langsung agar seluruh proses pemulangan jenazah difasilitasi penuh.

‎Ambulans milik RSUD dr. Soegiri disiapkan, personel kepolisian mengiringi, dan doa-doa pun mengantar kepergian ARH kembali ke tanah kelahirannya, Rabu pagi (22/10/2025), pukul 08.20 WIB.

‎“Kami turut berduka dan berempati pada keluarga korban. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap sesama, apalagi keluarga korban dalam kondisi ekonomi yang terbatas,” ujar Ipda M. Hamzaid, S.Pd, Kasi Humas Polres Lamongan.

‎Tak hanya proses pemulangan, Polres Lamongan juga memastikan bahwa pemulasaraan jenazah berjalan dengan layak dan penuh penghormatan.

‎Semua difasilitasi tanpa biaya sebuah langkah kemanusiaan yang patut diapresiasi.

‎Penemuan jenazah ARH masih menyisakan misteri. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi tak wajar tangan dan kaki terikat, wajah tertutup kain.

‎Di sekitar lokasi, polisi menemukan sejumlah barang pribadi seperti topi, jaket, sandal, ukulele, gelang, dan tas berisi pakaian.

‎“Kami masih menunggu hasil autopsi dari Biddokkes Polda Jawa Timur. Semua kemungkinan masih kami dalami, demi mengungkap penyebab kematian korban,” tambah Ipda Hamzaid.

‎Kini, jenazah ARH telah dimakamkan di tanah kelahirannya, namun proses pencarian keadilan baru saja dimulai.

‎Polres Lamongan terus bekerja, menelusuri jejak-jejak yang tersisa, menggali fakta dari balik diamnya saksi bisu dan barang bukti.

‎Duka memang tak bisa dihapus, namun dengan kepedulian dan keadilan, luka bisa sedikit terobati.

‎Dalam tragedi ini, Polres Lamongan membuktikan bahwa kepolisian bukan sekadar penegak hukum, tapi juga pelayan kemanusiaan.(ded)