Infotaiment

‎Jalan Poros Dan PJU Lamongan–Babat Hancur Dan Mati Total,Pemerintah Daerah Seolah Tutup Mata

4031
×

‎Jalan Poros Dan PJU Lamongan–Babat Hancur Dan Mati Total,Pemerintah Daerah Seolah Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Img 20251104 wa0062

LAMONGAN – Warga pengguna jalan poros Lamongan–Babat kini benar-benar dibuat geram, Selasa (4/22/2025),Ruas jalan yang seharusnya menjadi jalur utama penghubung ekonomi antar wilayah kini berubah layaknya kubangan dan ladang ranjau.

‎Jalan penuh lubang, aspal terkelupas di mana-mana, dan di malam hari kondisi makin mengerikan karena seluruh lampu penerangan jalan (PJU) mati total.

‎Kondisi terparah terjadi di wilayah Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, hingga Desa Paji dan Warukulon Kecamatan Pucuk.

‎Bukan hanya rusak ringan, tapi benar-benar hancur parah. Setiap kali hujan turun, jalan berubah jadi kolam lumpur; dan ketika kering, debu beterbangan menutupi pandangan pengendara.

‎Tak sedikit kecelakaan terjadi akibat lubang besar yang sulit terlihat di malam hari.

‎“Sudah sering ada korban jatuh. Lampu mati semua, jalannya kayak digilas ban raksasa. Pemerintah cuma datang nambal asal-asalan, habis hujan rusak lagi,” ujar salah satu warga Paji dengan nada kecewa.

‎Yang lebih menyakitkan bagi warga adalah sikap diam dan lamban dari pemerintah daerah.

‎Padahal, laporan dan keluhan sudah disampaikan berkali-kali, tapi yang datang hanya janji dan tambalan sementara.Tak ada solusi jangka panjang, tak ada tanda-tanda keseriusan dari dinas terkait.

‎Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) seolah duduk manis di balik meja, menikmati gaji dari uang rakyat tanpa rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum yang rusak parah.

‎Ironisnya, pejabat daerah sering bicara soal pembangunan dan pelayanan publik, tapi faktanya rakyat dibiarkan berjalan di atas jalan yang nyaris tak layak disebut “jalan.”

‎Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga mengancam akan melaporkan langsung ke Gubernur Jawa Timur hingga ke Kementerian PUPR dan Presiden RI Prabowo Subianto.

‎Mereka menuntut tindakan tegas terhadap pejabat daerah yang lalai dan tidak becus mengurus infrastruktur publik.

‎“Jangan tunggu korban jiwa baru turun tangan! Ini jalan rakyat kecil, bukan jalan pribadi pejabat,” tegas warga dengan suara lantang.

‎Kini masyarakat hanya berharap agar pemerintah tidak lagi tutup mata dan telinga, serta segera melakukan perbaikan menyeluruh sebelum jalan poros Lamongan–Babat benar-benar menjadi kuburan bagi pengendara dan simbol kelalaian pemerintah daerah.(ded)