Infotaiment

Naik Perahu di Tengah Ombak, Perjuangan Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Warga Banggai Kepulauan

amunisinews001
8870
×

Naik Perahu di Tengah Ombak, Perjuangan Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Warga Banggai Kepulauan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260630 WA0072

BANGGAI KEPULAUAN – Laut yang membentang luas bukan menjadi penghalang bagi Eka Fitriyani Wulandari dalam menjalankan tugasnya sebagai Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk.

Hampir setiap hari kerja, perempuan berusia 34 tahun itu harus menyeberangi lautan untuk menjangkau masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Perjalanan menggunakan kapal maupun perahu sederhana dengan kondisi cuaca yang kerap berubah telah menjadi bagian dari rutinitasnya.

Semua itu dilakukan demi memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap layanan keuangan dan pendampingan usaha.

Eka mengawali kariernya di BRI pada 2014 sebagai teller dan customer service.

Empat tahun kemudian, ia dipercaya mengemban tugas sebagai mantri, sebuah posisi yang membuatnya lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baginya, menjadi mantri bukan sekadar menjalankan pekerjaan, melainkan kesempatan untuk memahami kebutuhan warga secara langsung sekaligus memberikan solusi yang sesuai.

Dalam setiap kunjungannya ke pulau-pulau tersebut, Eka tidak hanya menawarkan layanan pembiayaan.

Ia juga aktif menyambangi nasabah, mendampingi Agen BRILink, mengadakan pertemuan dengan kelompok usaha, hingga memberikan edukasi mengenai pengelolaan usaha dan keuangan.

Mayoritas warga yang didampinginya menggantungkan hidup dari sektor produktif, seperti nelayan, petani kelapa, hingga pedagang sembako.

Karena itu, kehadiran layanan perbankan dinilai menjadi salah satu penopang penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Meski harus menghadapi perjalanan laut dengan fasilitas terbatas, Eka mengaku selalu berusaha menikmati setiap proses.

Menurutnya, semangat dan antusiasme masyarakat menjadi energi tersendiri yang membuat segala tantangan terasa layak diperjuangkan.

Selain medan perjalanan yang cukup berat, ia juga harus menghadapi keterbatasan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Akses listrik dan komunikasi yang belum sepenuhnya stabil sering kali menjadi kendala dalam memberikan layanan kepada nasabah.

Di sisi lain, waktu kunjungan ke setiap pulau juga terbatas sehingga setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan pelayanan sekaligus pendampingan kepada masyarakat.

Tantangan tersebut semakin besar karena Eka juga menjalani peran sebagai seorang ibu.

Dia kerap harus meninggalkan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun, demi menjalankan tugas di lapangan.

Meski demikian, ia meyakini bahwa setiap tantangan dapat dilalui dengan keyakinan, kemauan untuk terus belajar, dan bekerja sepenuh hati.

Menurutnya, dedikasi kepada masyarakat akan membuat pekerjaan yang berat terasa lebih bermakna.

Sementara itu, Direktur Micro BRI, , memberikan apresiasi atas komitmen Eka dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah kepulauan.

Dirinya menilai semangat yang ditunjukkan Eka mencerminkan dedikasi insan BRI dalam memperluas inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat di kawasan 3T atau terdepan, terluar, dan terpencil.

Kehadiran mantri di wilayah seperti Banggai Kepulauan menjadi bukti komitmen BRI untuk terus mendampingi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok Indonesia. (yin)