DEMAK – Keheningan laut pagi itu menyambut para peziarah dari Dusun Pupus, Desa Blawi, Lamongan, yang menapaki perjalanan spiritual ke makam Syekh Abdullah Mudzakir, atau yang akrab disapa Mbah Mudzakir, Selasa (18/11/2025).
Makam ini memikat karena letaknya yang seolah mengapung di tengah laut, sebuah pemandangan langka yang memadukan keindahan alam dan nilai sejarah.
Untuk mencapai makam seluas 250 meter persegi ini, peziarah dapat menyeberangi jembatan kayu panjang atau menumpang perahu menembus riak laut.
Dahulu makam berdiri di Pulau Blekok, kini daratannya terpisah dan diselimuti hutan mangrove, yang menjadi rumah bagi burung blekok atau kuntul.
Menurut juru kunci makam, Ahmad, Syekh Abdullah Mudzakir merupakan tokoh besar yang menyebarkan Islam sekaligus melawan penjajah Belanda pada akhir abad ke-19.
“Makam ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah, tapi juga menjadi tempat peristirahatan keluarga beliau,” ujarnya.
Bagi KH Muklis dari Lamongan, ziarah kali ini mengingatkan akan perjuangan para wali sekaligus menguatkan keimanan.
“Di sini kami membaca Alquran, tahlil, dan mengirim doa, mengenang jasa para wali sekaligus merenungi kehidupan dan kematian,” ungkapnya.
Makam Mbah Mudzakir kini menjadi magnet bagi peziarah dari dalam dan luar negeri.
Keberadaannya di tengah laut adalah simbol keteguhan dakwah Islam di pesisir, sekaligus pengingat akan abrasi yang mengubah wajah desa Bedono dan sekitarnya.
Di balik keindahan dan ketenangan, makam ini menyimpan pelajaran sejarah dan spiritual yang abadi.(ded)
Makam Mbah Mudzakir,Pesona Religi Di Tengah Laut Demak






