TNI/POLRI

Rakor KDKMP,Teladan Sinergi Dari Lamongan

orbitnasional333
906
×

Rakor KDKMP,Teladan Sinergi Dari Lamongan

Sebarkan artikel ini
Img 20251119 wa0113

LAMONGAN – Hangatnya suasana memenuhi Ruang Data Makodim 0812/Lamongan ketika jajaran TNI, para Babinsa, dan perangkat desa duduk bersama dalam Rapat Koordinasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Rabu (19/11/2025).

‎ Dipimpin langsung oleh Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, pertemuan ini menjadi penanda kuat bahwa pembangunan desa harus berakar pada kolaborasi dan kepedulian.

‎Dalam balutan seragamnya, Letkol Inf Deni menampilkan sosok pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga pada denyut harapan masyarakat.

‎Baginya KDKMP bukan sekadar pembangunan gudang atau gerai; ia adalah ruang ekonomi yang diharapkan mampu menyokong kesejahteraan warga dari tingkat paling dasar.

‎“KDKMP ini membawa harapan banyak keluarga. Kita Babinsa dan perangkat desa memiliki peran penting untuk memastikan harapan itu tumbuh menjadi kenyataan,” ujarnya dengan nada penuh ketulusan.

‎Para Babinsa yang hadir menjadi saksi betapa eratnya hubungan TNI dengan masyarakat. Mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan cerita dari desa-desa binaan.

‎Mereka memahami dengan detail bagaimana petani berjuang, bagaimana pedagang kecil bertahan, serta bagaimana koperasi bisa menjadi sandaran baru bagi ekonomi desa.

‎Rakor berlangsung hidup dan dinamis. Alih-alih kaku, diskusi dipenuhi tawa ringan, gagasan lapangan, dan solusi praktis yang muncul dari pengalaman nyata para Babinsa.

‎Fokus pembahasan tertuju pada bagaimana memastikan KDKMP tumbuh sebagai penggerak ekonomi lokal menyerap hasil panen, menjaga stabilitas harga, dan menjadi pusat perputaran ekonomi desa.

‎Letkol Inf Deni menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Babinsa diminta hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator, penghubung, dan penjaga tata kelola agar KDKMP dikelola dengan profesional dan transparan.

‎Pertemuan ini mempertegas bahwa pembangunan Lamongan tidak bisa berjalan dari satu sisi saja.

‎Diperlukan sinergi yang tulus antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan kemajuan yang berkeadilan.

‎Para peserta rakor meninggalkan Makodim bukan hanya membawa catatan kegiatan.

‎tetapi juga semangat baru semangat gotong royong untuk membangun kesejahteraan dari desa, demi Lamongan yang lebih kuat dan Indonesia yang lebih berdaya.(ded)