AMUNISI – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026.
Ketetapan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Surat Keputusan (SK) pada Rabu, 24 Desember 2025.
UMK 2026 ini mulai berlaku efektif per 1 Januari 2026 dan menjadi acuan wajib bagi seluruh perusahaan dalam memberikan upah kepada pekerja.
Pemerintah menegaskan, angka UMK yang telah ditetapkan bersifat mutlak dan tidak boleh dikurangi dalam kondisi apa pun, kecuali ada ketentuan khusus sesuai peraturan perundang-undangan.
Dalam daftar UMK Jawa Timur 2026, Kota Surabaya kembali menempati posisi tertinggi dengan upah minimum mencapai Rp 5.288.796.
Angka ini menegaskan posisi Surabaya sebagai pusat ekonomi dan industri terbesar di Jawa Timur.
Di bawah Surabaya, terdapat Kabupaten Gresik dengan UMK Rp 5.195.401, disusul Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 5.191.541.
Kawasan industri lainnya seperti Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto juga mencatatkan UMK di atas Rp 5 juta.
Sementara untuk wilayah lain, UMK 2026 menunjukkan variasi yang cukup lebar, menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, inflasi daerah, serta produktivitas tenaga kerja di masing-masing kabupaten/kota.
Berikut daftar lengkap UMK Jawa Timur Tahun 2026:
1. Kota Surabaya – Rp 5.288.796
2. Kabupaten Gresik – Rp 5.195.401
3. Kabupaten Sidoarjo – Rp 5.191.541
4. Kabupaten Pasuruan – Rp 5.187.681
5. Kabupaten Mojokerto – Rp 5.176.101
6. Kabupaten Malang – Rp 3.802.862
7. Kota Malang – Rp 3.736.101
8. Kota Batu – Rp 3.562.484
9. Kota Pasuruan – Rp 3.555.301
10. Kabupaten Jombang – Rp 3.320.770
11. Kabupaten Tuban – Rp 3.229.092
12. Kota Mojokerto – Rp 3.208.556
13. Kabupaten Lamongan – Rp 3.196.328
14. Kabupaten Probolinggo – Rp 3.164.526
15. Kota Probolinggo – Rp 3.045.172
16. Kabupaten Jember – Rp 3.012.197
17. Kabupaten Banyuwangi – Rp 2.989.145
18. Kota Kediri – Rp 2.742.806
19. Kabupaten Bojonegoro – Rp 2.685.983
20. Kabupaten Kediri – Rp 2.651.603
21. Kota Blitar – Rp 2.639.518
22. Kabupaten Tulungagung – Rp 2.628.190
23. Kota Madiun – Rp 2.588.794
24. Kabupaten Lumajang – Rp 2.578.320
25. Kabupaten Blitar – Rp 2.567.744
26. Kabupaten Nganjuk – Rp 2.564.627
27. Kabupaten Ngawi – Rp 2.556.815
28. Kabupaten Magetan – Rp 2.553.866
29. Kabupaten Sumenep – Rp 2.553.688
30. Kabupaten Madiun – Rp 2.553.221
31. Kabupaten Bangkalan – Rp 2.550.274
32. Kabupaten Ponorogo – Rp 2.549.876
33. Kabupaten Trenggalek – Rp 2.530.313
34. Kabupaten Pamekasan – Rp 2.528.004
35. Kabupaten Pacitan – Rp 2.514.892
36. Kabupaten Bondowoso – Rp 2.496.886
37. Kabupaten Sampang – Rp 2.484.443
38. Kabupaten Situbondo – Rp 2.483.962
Dengan penetapan UMK 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tercipta keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. (Red)







