BOJONEGORO – Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, tampil penuh percaya diri dalam ajang Talkshow Dekranasda Modest and Iftar Festival (D’Modifest) 2026 yang digelar Sabtu (28/02/2026) di Atrium The Park Mall Semarang.
Kehadirannya membawa gagasan besar tentang masa depan produk lokal Bojonegoro.
D’Modifest 2026 merupakan kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung sejak 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
Mengusung semangat Ramadan, festival ini menjadi panggung temu antara pelaku UMKM, pengrajin, komunitas modest fashion, hingga pecinta produk lokal dari berbagai daerah.
Pada sesi Talkshow Opini (Obrolan Perempuan Terkini) bertema “Dari Hati ke Karya, Spirit Ramadan dalam Produk Lokal”, Cantika berbagi panggung dengan Sekjen Dewan Kerajinan Nasional Reni Yenita, Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, serta Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Namun di balik obrolan santai itu, tersimpan strategi serius untuk memperkuat daya saing produk kriya dan UMKM daerah.
Salah satu gebrakan yang mencuri perhatian adalah peluncuran roadmap Dekranasda Bojonegoro 2025–2030 yang telah didokumentasikan dalam bentuk buku.
Menurut Cantika, roadmap ini peta jalan konkret yang memandu setiap langkah organisasi.
“Kami ingin setiap tahun ada lompatan yang jelas. Roadmap ini menceritakan apa yang akan kami lakukan di 2026, berlanjut ke 2027, hingga target besar di 2030,” tegasnya.
Dengan arah yang terstruktur, Dekranasda Bojonegoro menargetkan pertumbuhan yang progresif, terencana, dan berkelanjutan.
Cantika menegaskan, kekuatan Dekranasda Bojonegoro tidak hanya bertumpu pada OPD, tetapi juga membuka ruang kolaborasi luas bagi komunitas dan generasi muda.
Energi kreatif anak-anak muda Bojonegoro dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong inovasi produk lokal agar lebih adaptif terhadap tren pasar, termasuk modest fashion yang berkembang pesat.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa Dekranasda Bojonegoro ingin tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri.
Tak hanya bicara perencanaan, Cantika juga mempromosikan event tahunan kebanggaan daerah, Bojonegoro Wastra Batik Festival.
Tahun 2026 akan menjadi penyelenggaraan ketiga festival tersebut.
Antusiasme peserta terus meningkat, bahkan diikuti daerah luar kabupaten seperti Blora, Sragen, Klaten, dan Jepara.
“Ke depan kami berharap makin banyak kota berpartisipasi. Ini bukan hanya festival, tapi ruang silaturahmi dan promosi bersama,” ujarnya.
Partisipasi lintas daerah menunjukkan batik dan produk kriya Bojonegoro semakin diperhitungkan di level regional.
D’Modifest 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring, meningkatkan promosi, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal.
Kehadiran Cantika Wahono di panggung D’Modifest mempertegas komitmen Dekranasda Bojonegoro untuk terus bergerak maju, progresif, terencana, dan kolaboratif, agar karya lokal tak hanya lahir dari hati, tetapi juga mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar yang lebih luas. (Pro/yin)






