TNI/POLRI

TMMD ke-128 Tinggalkan Warisan Pembangunan di Gresik, Jalan hingga RTLH Rampung

amunisinews001
9867
×

TMMD ke-128 Tinggalkan Warisan Pembangunan di Gresik, Jalan hingga RTLH Rampung

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 WA0026

GRESIK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik resmi ditutup pada Kamis (22/5/2026).

Selama satu bulan penuh, kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Gresik, Polri, dan masyarakat berhasil menghadirkan berbagai pembangunan fisik maupun program sosial yang tuntas 100 persen.

Upacara penutupan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jajaran Forkopimda, Kodam V/Brawijaya, Kodim 0817/Gresik, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga masyarakat Desa Slempit.

Program TMMD ke-128 sendiri berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 dengan melibatkan total 150 personel gabungan.

Rinciannya terdiri dari 130 personel TNI AD, AL, dan AU, enam anggota Polri, serta 14 personel dari pemerintah daerah.

Selama pelaksanaan TMMD, berbagai sasaran pembangunan fisik berhasil diselesaikan.

Mulai dari pemeliharaan jalan aspal, rehabilitasi dua pintu air Waduk Slempit, normalisasi saluran irigasi sepanjang 120 meter, hingga pengecoran jalan poros Dusun Lingsir sepanjang 170 meter dengan lebar empat meter.

Selain itu, pembangunan jalan usaha tani di Dusun Lingsit sepanjang 136 meter juga berhasil dirampungkan.

Tidak hanya itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pengerasan jalan usaha tani di Dusun Slempit turut menjadi bagian dari proyek prioritas TMMD tahun ini.

Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berupa TNI Manunggal Air juga direalisasikan melalui pembangunan irigasi perpompaan sumur bor di Dusun Slempit.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan air masyarakat sekaligus menunjang sektor pertanian warga.

Tak berhenti di pembangunan infrastruktur, TMMD ke-128 juga menyasar sektor sosial dan kemanusiaan.

Sebanyak enam rumah tidak layak huni direhabilitasi, musala di Dusun Lingsir direnovasi, serta fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) desa dibangun untuk meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat.

Berbagai program nonfisik juga mendapat sambutan antusias warga.

Di antaranya sosialisasi Bangga Kencana, pelayanan administrasi kependudukan, kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pembinaan posyandu, screening tuberkulosis, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian benih ikan nila, hingga edukasi pengelolaan sampah dan wawasan kebangsaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kuatnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan TMMD ke-128.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“TMMD bukan hanya membangun jalan atau rumah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan optimisme masyarakat desa untuk terus berkembang,” ujar Bupati Yani.

Ia berharap seluruh hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat agar memberi dampak jangka panjang terhadap peningkatan ekonomi warga Desa Slempit.

Sementara itu, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang telah berjalan sejak tahun 1980 sebagai bagian dari percepatan pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, TMMD menjadi bukti nyata kehadiran TNI bersama pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di daerah.

“Semua sasaran fisik maupun nonfisik selesai 100 persen. Hasil evaluasi tim pusat juga menunjukkan kualitas pembangunan berjalan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Danrem juga menyoroti kuatnya kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat selama pelaksanaan TMMD berlangsung.

Meski sempat menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan waktu warga yang mayoritas bekerja di sektor industri, seluruh kegiatan tetap berjalan optimal berkat tingginya semangat gotong royong masyarakat.

Ia pun berpesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat terus dirawat bersama demi keberlanjutan manfaat bagi warga Desa Slempit.

“Yang dibangun hari ini bukan hanya infrastruktur, tetapi juga semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” pungkasnya. (az)