Daerah

Limbah Tahu di Mulyoagung Balen Ini Mengalir ke Area Pertanian, Warga Minta DLH Bojonegoro Turun Tangan

amunisinews001
8534
×

Limbah Tahu di Mulyoagung Balen Ini Mengalir ke Area Pertanian, Warga Minta DLH Bojonegoro Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260603 WA0002

BOJONEGORO – Warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan keberadaan limbah yang diduga berasal dari industri tahu di wilayah Dusun kromong RT 06 RW 02.

Keluhan tersebut muncul karena limbah diduga mengalir ke area pertanian dan berdampak pada kondisi tanaman milik warga.

Menurut keterangan sejumlah masyarakat, tanaman yang berada di lahan pertanian sekitar lokasi diduga mengalami pertumbuhan yang kurang optimal.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran para petani karena dapat memengaruhi hasil panen apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

WN salah seorang warga mengaku sudah cukup lama memperhatikan kondisi saluran air yang diduga menjadi tempat pembuangan limbah industri tahu.

Menurutnya, saat limbah mengalir ke area sekitar persawahan, kondisi tanaman terlihat kurang subur dibandingkan sebelumnya.

Dia berharap ada pengecekan langsung dari instansi terkait agar penyebab pasti permasalahan tersebut dapat diketahui.

“Warga hanya ingin lingkungan tetap terjaga dan aktivitas usaha tetap berjalan dengan baik. Kalau memang ada limbah yang berdampak ke pertanian, kami berharap segera ada solusi. Kasihan petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, untuk melakukan pengecekan dan investigasi terhadap dugaan pencemaran yang terjadi.

Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan sumber limbah serta dampaknya terhadap lingkungan dan lahan pertanian di sekitar lokasi.

Keluhan serupa juga disampaikan HS warga lainnya. Ia menilai perlu adanya pengawasan lebih intensif terhadap pengelolaan limbah industri agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Menurutnya, keresahan masyarakat semakin meningkat karena khawatir kualitas tanah dan hasil pertanian akan terus menurun apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani.

“Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Jika memang ditemukan pelanggaran atau pengelolaan limbah yang kurang sesuai, semoga ada tindak lanjut yang jelas demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Masyarakat berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kejelasan terkait kondisi sebenarnya di lapangan, sekaligus menjadi dasar bagi instansi berwenang untuk mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sektor pertanian di Desa Mulyoagung.

Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait mengenai keluhan yang telah disampaikan. (yin)