Daerah

Pemkab Bojonegoro Salurkan 8 Alsintan, Petani Siap Panen Lebih Maksimal

amunisinews001
8843
×

Pemkab Bojonegoro Salurkan 8 Alsintan, Petani Siap Panen Lebih Maksimal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260603 WA0011

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis.

Salah satunya dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tersebar di wilayah Bojonegoro.

Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diserahkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (2/6/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Sebanyak delapan unit alsintan disalurkan kepada delapan Poktan dan Gapoktan yang telah memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

Bantuan tersebut terdiri dari enam unit traktor roda dua, satu unit traktor roda empat, dan satu unit rice transplanter yang diharapkan mampu membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih cepat dan efisien.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan menyeluruh kepada petani, mulai dari proses budidaya hingga pascapanen.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemkab Bojonegoro tidak hanya memberikan bantuan alsintan, tetapi juga menjalankan berbagai program pendukung seperti listrik masuk sawah untuk kebutuhan pengairan, memastikan ketersediaan pupuk, hingga melakukan pemantauan harga hasil panen agar petani memperoleh keuntungan yang layak,” ujarnya.

Selain bantuan alsintan, Pemkab Bojonegoro juga berencana menyalurkan benih padi unggul varietas Gamagora kepada kelompok tani.

Varietas tersebut dikenal memiliki potensi produktivitas tinggi dengan hasil panen yang diperkirakan mampu menembus lebih dari 8 ton per hektare.

Nurul Azizah berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat membantu petani mengelola usaha tani secara lebih efektif, meningkatkan hasil produksi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang sejalan dengan program swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara selektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Kelompok tani penerima harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), memiliki legalitas yang jelas, serta berkomitmen memanfaatkan bantuan secara optimal.

Menurutnya, bantuan alsintan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi pertanian guna meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi kerja petani.

“Bantuan ini diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun. Karena itu, kami berharap alsintan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Zaenal.

Ia juga menegaskan bahwa alsintan yang telah diterima tidak boleh diperjualbelikan, digadaikan, maupun dipindahtangankan kepada pihak lain.

Seluruh kelompok penerima wajib bertanggung jawab terhadap operasional, perawatan, dan pemanfaatan alat agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok.

Untuk memastikan bantuan berjalan sesuai tujuan, DKPP Bojonegoro akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama penyuluh pertanian lapangan serta petugas terkait.

Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh alsintan benar-benar digunakan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

Zaenal menambahkan, hasil evaluasi pemanfaatan alsintan akan menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam penyaluran bantuan pada tahun-tahun mendatang.

Bahkan, alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal berpotensi direlokasi kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

“Harapan kami, setiap bantuan yang diberikan pemerintah mampu memberikan dampak nyata bagi petani. Karena itu, pengawasan dan pendampingan akan terus dilakukan agar alsintan benar-benar menjadi sarana peningkatan produktivitas pertanian di Bojonegoro,” pungkasnya.

Melalui penyaluran alsintan, program listrik masuk sawah, penyediaan pupuk, hingga bantuan benih unggul, Pemkab Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah. (yin)