BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Gedung Putih, Rabu (3/6/2026).
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam amanatnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat penting bagi seluruh bangsa Indonesia untuk terus menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Bupati Wahono, Pancasila merupakan ideologi bangsa yang tidak hanya berfungsi sebagai pemersatu keberagaman, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pancasila adalah fondasi yang menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia yang beragam. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga berbagai tantangan global, Pancasila menjadi pedoman moral yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Bupati Wahono menilai Indonesia telah membuktikan kepada dunia bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa bukanlah penghalang untuk bersatu.
Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan besar yang mampu mendorong pembangunan dan kemajuan bangsa.
Nilai-nilai luhur Pancasila mengajarkan pentingnya saling menghormati, menjaga toleransi, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tak hanya relevan di tingkat nasional, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan perdamaian dunia.
Semangat kemanusiaan, gotong royong, persaudaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia menjadi pesan universal yang dapat diterapkan di berbagai belahan dunia.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wahono juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat memecah belah bangsa, seperti intoleransi, radikalisme, ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi palsu.
“Marilah kita terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ujaran kebencian, dan disinformasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Wahono mendorong seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya dan berinovasi.
Menurutnya, generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, memiliki semangat cinta tanah air, serta mampu membawa Bojonegoro menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Pemkab Bojonegoro berharap semangat gotong royong dan kebersamaan semakin kuat dalam kehidupan masyarakat.
Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, Bojonegoro diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, kreatif, inovatif, dan siap menjadi kebanggaan daerah maupun bangsa Indonesia.
Semangat persatuan dan kebersamaan yang diwariskan para pendiri bangsa menjadi modal penting untuk mewujudkan Bojonegoro yang maju, sejahtera, makmur, dan berdaya saing di masa depan. (yin)






