Daerah

Survei Awal KKN Unigoro di Tondomulo Bojonegoro, Masalah dan Potensi Desa Terpetakan

amunisinews001
9872
×

Survei Awal KKN Unigoro di Tondomulo Bojonegoro, Masalah dan Potensi Desa Terpetakan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604 WA0012

BOJONEGORO – Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) 02 Universitas Bojonegoro mulai melakukan langkah awal pengabdian masyarakat dengan menggelar survei lapangan di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan 14 mahasiswa tersebut menjadi tahapan penting untuk memahami kondisi riil desa sekaligus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan.

Selain itu, survei juga bertujuan mengidentifikasi sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja KKN yang tepat sasaran.

Rombongan mahasiswa mengawali kegiatan dengan berkunjung ke Balai Desa Tondomulo dan berdialog bersama perangkat desa yang diwakili oleh Carik Desa.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi geografis, sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, hingga sumber daya alam yang dimiliki desa.

Desa Tondomulo diketahui memiliki tujuh dusun, yakni Dusun Tondomulo, Jetis, Jantok, Kedungbulus, Kedunglele, Sumengko, dan Bunten. Wilayah tersebut terdiri atas 30 RT dan 11 RW dengan mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan.

Komoditas unggulan desa meliputi padi, jagung, dan tembakau yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Tak hanya itu, desa ini juga menyimpan potensi lain berupa kerajinan anyaman pandan yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.

Di sektor pariwisata, Desa Tondomulo memiliki Embung Centong yang berpotensi menjadi daya tarik wisata lokal.

Sementara di bidang budaya, masyarakat masih menjaga tradisi Nyadran Sauran yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Di balik berbagai potensi tersebut, mahasiswa juga menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian.

Beberapa di antaranya adalah persoalan kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau, tingginya angka kemiskinan, terbatasnya akses pemasaran produk kerajinan lokal, hingga masih ditemukannya kasus pernikahan usia dini.

Selain itu, tim KKNTK 02 juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian seperti bonggol dan klobot jagung yang sebenarnya memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Temuan-temuan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dan diskusi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) guna merumuskan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program yang mulai disiapkan antara lain pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan kotoran ternak, pengolahan limbah jagung menjadi produk kreatif bernilai jual, pendampingan dan penguatan kapasitas UMKM, hingga promosi potensi desa melalui berbagai media publikasi digital.

Melalui survei awal ini, mahasiswa berharap kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pemberdayaan serta mendorong terwujudnya Desa Tondomulo yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa depan. (yin)