Infotaiment

Isnania Fatimatuz Zahra Raih Juara 1 Lomba Bertutur Bojonegoro 2026

amunisinews001
7650
×

Isnania Fatimatuz Zahra Raih Juara 1 Lomba Bertutur Bojonegoro 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260619 WA0011

BOJONEGORO – Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Salah satunya melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Kamis (18/6/2026).

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi siswa-siswi sekolah dasar, tetapi juga sarana pembentukan karakter, peningkatan kemampuan komunikasi, serta penguatan budaya membaca sejak usia dini.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang cerdas, berani, dan berkarakter.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Lomba bertutur bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi menjadi sarana untuk mengembangkan budaya literasi, melatih keberanian tampil di depan publik, serta membangun karakter positif anak-anak,” ujar Cantika.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan bertutur, peserta tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar memahami isi bacaan, mengolah informasi, lalu menyampaikannya kembali kepada orang lain dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Cantika juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam menumbuhkan budaya membaca di lingkungan keluarga.

Menurutnya, kebiasaan membaca yang dibangun sejak dini akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak.

“Anak-anak perlu didampingi dalam kegiatan yang positif seperti membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan. Kebiasaan baik itu berawal dari keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menjelaskan bahwa perpustakaan memiliki fungsi strategis sebagai pusat informasi sekaligus penguatan literasi membaca, menulis, dan berhitung.

Menurut Erick, lomba bertutur menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi para pelajar.

“Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dilatih menyampaikan kembali isi bacaan kepada publik. Dari proses ini mereka dapat memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berbicara, serta memahami nilai-nilai positif yang terkandung dalam buku,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul.

Selain meningkatkan literasi, lomba bertutur turut berkontribusi dalam pelestarian budaya dan bahasa lokal yang menjadi identitas daerah.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 30 peserta dari 21 SD dan MI di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro mengikuti tahapan seleksi.

Dari jumlah tersebut, dipilih 10 peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final dan bersaing memperebutkan gelar juara.

Suasana kompetisi berlangsung meriah dan penuh semangat.

Para finalis menampilkan kemampuan bertutur dengan percaya diri di hadapan dewan juri, guru pendamping, dan tamu undangan.

Sebagai penutup acara, peraih juara pertama kembali menunjukkan kemampuan bertuturnya di depan seluruh peserta dan undangan.

Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat serta tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap semakin banyak generasi muda yang gemar membaca, memiliki kepercayaan diri tinggi, serta mampu melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui literasi.

Daftar Pemenang Lomba Bertutur Kabupaten Bojonegoro 2026

Juara I Isnania Fatimatuz Zahra – SD Negeri Kedungbondo 2

Juara II Ahmad Izzudin Faza Ar Razi – MI Najil Ummah Kenep

Juara III Livinia Clara Vinnindiya Putri – SD Negeri Kauman, Kecamatan Baureno. (yin)