Daerah

Ribuan Mahasiswa UPN Turun ke Bojonegoro, Siap Dampingi Program Unggulan Daerah

amunisinews001
7832
×

Ribuan Mahasiswa UPN Turun ke Bojonegoro, Siap Dampingi Program Unggulan Daerah

Sebarkan artikel ini
img 20260715 wa0063

BOJONEGORO – Semangat pengabdian kepada masyarakat mulai terasa di Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 1.556 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Pemuda Berdampak Tahun 2026, Rabu (15/7/2026), dengan titik awal di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Kedatangan ribuan mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro Andik Sujarwo, Kepala BRIDA Bojonegoro Dili Tri Wibowo, perangkat daerah terkait, serta Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Akhmad Fauzi beserta jajaran.

Selama masa KKN, para mahasiswa akan diterjunkan ke 62 desa di sembilan kecamatan untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UPN “Veteran” Jawa Timur yang kembali menjadikan Bojonegoro sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran lebih dari seribu mahasiswa merupakan energi baru yang dapat memperkuat pembangunan daerah melalui ide, inovasi, dan semangat kolaborasi.

Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan program formal KKN, tetapi juga mampu memotret persoalan yang dihadapi masyarakat dan menyusun rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Berbagai program prioritas Kabupaten Bojonegoro, lanjut Nurul Azizah, dapat menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian mahasiswa.

Di antaranya Program Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri), Domba Kesejahteraan, Program Kolega, percepatan elektrifikasi bagi warga yang belum menikmati aliran listrik, penanganan anak tidak sekolah, hingga pendataan rumah tidak layak huni.

“Mahasiswa datang bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Lihat kondisi di lapangan, dampingi program pemerintah, kemudian berikan masukan yang membangun agar hasil KKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro,” ujar Nurul Azizah.

Sementara itu, Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Akhmad Fauzi, mengajak seluruh peserta KKN menjadikan pengabdian masyarakat sebagai wadah menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dia juga mengingatkan mahasiswa agar mengedepankan sikap rendah hati selama berada di desa.

Masyarakat, katanya, adalah pihak yang paling memahami kebutuhan dan potensi wilayahnya.

“Jangan datang dengan merasa paling tahu. Dengarkan masyarakat, bangun kolaborasi, lalu ciptakan program yang benar-benar dibutuhkan. Dengan begitu, manfaat KKN akan dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara UPN ‘Veteran’ Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.

Semangat mengikuti KKN juga dirasakan para mahasiswa. Salah satunya Zhunnes, yang mengaku baru pertama kali datang ke Bojonegoro.

Dirinya mengaku terkejut melihat perkembangan daerah yang dinilai jauh lebih maju dibandingkan bayangannya.

“Ini pertama kali saya ke Bojonegoro. Saya kira suasananya seperti desa pada umumnya, ternyata sudah modern, tertata, dan lingkungannya bersih,” ungkapnya.

Bersama kelompoknya, Zhunnes telah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik akan diolah menggunakan maggot sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak.

Sementara sampah anorganik akan dikelola melalui pembentukan bank sampah agar dapat didaur ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Melalui program KKN SDGs Pemuda Berdampak 2026 ini, kolaborasi antara dunia pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin kuat dalam melahirkan inovasi, mempercepat pembangunan desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Yin)