Daerah

Kerajaan Gowa Pererat Persatuan, Pelestarian Adat Jadi Prioritas

amunisinews001
8832
×

Kerajaan Gowa Pererat Persatuan, Pelestarian Adat Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
img 20260715 wa0067

GOWA – Upaya memperkokoh persatuan keluarga besar Kerajaan Gowa sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya kembali diwujudkan melalui silaturahmi yang dilakukan Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, ke Balla Lompo ri Saumata, kediaman Rumpun Gallarrang Saumata, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna.

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang mempererat hubungan antarkeluarga besar Kerajaan Gowa, tetapi juga menjadi forum untuk menyatukan komitmen dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur selama berabad-abad.

Kehadiran Putra Mahkota disambut dengan penuh penghormatan oleh keluarga besar Gallarrang Saumata.

Sambutan tersebut mencerminkan kuatnya nilai-nilai luhur masyarakat Gowa seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalabbiri (saling menghormati), sipakainga’ (saling mengingatkan) dan sipappacei (saling membantu dalam kebersamaan) yang hingga kini tetap menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya, khususnya di kawasan Saumata.

Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka dan penuh semangat kebersamaan, menghasilkan komitmen untuk terus menjaga identitas budaya Gowa di tengah perkembangan zaman.

Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, menegaskan bahwa kejayaan Gowa sejak masa lampau dibangun di atas persatuan keluarga kerajaan, tokoh adat, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

Menurutnya, silaturahmi harus terus dipelihara sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, menyamakan visi, dan merumuskan langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari tanpa meninggalkan ajaran agama.

“Warisan leluhur bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Sudah saatnya kegiatan-kegiatan adat kembali dihidupkan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga adat dan syariat berjalan selaras sebagai kekuatan yang mempersatukan masyarakat Gowa,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga besar Rumpun Gallarrang Saumata menyatakan kesiapan untuk terus mengambil bagian dalam berbagai upaya pelestarian budaya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai adat, pembinaan generasi muda agar mencintai budaya lokal, serta kolaborasi dalam berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi titik awal semakin eratnya sinergi antar-rumpun keluarga besar Kerajaan Gowa dalam menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, dan mengembangkan kebudayaan yang tetap berpijak pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan, keluarga besar Kerajaan Gowa optimistis bahwa adat dan budaya tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.

Dengan demikian, nilai-nilai budaya Gowa diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Rb)