Daerah

KKN Unigoro 2026 Dimulai, Mahasiswa Fokus Jaga Hutan dan Berdayakan Desa di Bojonegoro

amunisinews001
7915
×

KKN Unigoro 2026 Dimulai, Mahasiswa Fokus Jaga Hutan dan Berdayakan Desa di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
img 20260715 wa0065

BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 721 mahasiswa akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Tahun 2026 yang mengusung tema “Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro.”

Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah hutan selatan Bojonegoro.

Para peserta KKN akan diterjunkan ke 21 desa yang tersebar di 11 kecamatan, dengan membawa berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung Unigoro.

Menurutnya, fokus pada pelestarian kawasan hutan sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi Kabupaten Bojonegoro saat ini.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, edukasi, sekaligus solusi bagi masyarakat desa.

Bupati juga mendorong mahasiswa agar aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, sumber mata air, kualitas tanah, hingga keseimbangan iklim sebagai aset penting bagi masa depan daerah.

Tak hanya itu, mahasiswa diharapkan mampu mendokumentasikan berbagai temuan selama berada di lapangan dan menyusunnya menjadi kajian ilmiah yang dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis lingkungan.

“Angkat seluruh potensi lokal yang dimiliki setiap desa dan bantu memperkenalkannya melalui media sosial. Kawasan hutan selatan Bojonegoro memiliki banyak kekayaan yang perlu dipromosikan. Pastikan pula seluruh program kerja selaras dengan pemerintah desa maupun kecamatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pesan Setyo Wahono.

Selain menjalankan KKN di Kabupaten Bojonegoro, Unigoro juga terus memperluas jejaring internasional.

Tahun ini, kampus tersebut memberangkatkan 10 mahasiswa untuk mengikuti KKN Internasional di Thailand.

Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, belajar langsung dari masyarakat negara lain, sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi Kabupaten Bojonegoro di tingkat global.

Salah satu peserta KKN Internasional, Nanang Kaerudin, mahasiswa Program Studi Manajemen Ritel Fakultas Ekonomi semester enam asal Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, mengaku bangga memperoleh kesempatan tersebut.

Menurutnya, pengalaman mengikuti KKN di luar negeri menjadi momentum berharga untuk meningkatkan kemampuan, memahami budaya yang berbeda, sekaligus membangun jejaring internasional.

“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti KKN Internasional. Selain menambah pengalaman dan wawasan, saya ingin belajar dari masyarakat di Thailand serta memperkenalkan potensi Bojonegoro dan Unigoro kepada masyarakat internasional,” ujar Nanang.

Melalui KKN Tematik Kolaboratif dan KKN Internasional 2026, Universitas Bojonegoro tidak hanya mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, mampu memberdayakan masyarakat, serta siap membawa nama Bojonegoro ke kancah internasional melalui berbagai karya dan inovasi. (yin)