BOJONEGORO – Kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro.
Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Ngrandu, Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, melalui kegiatan bakti sosial.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah terbatasnya ketersediaan air, bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Kegiatan bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar lingkungan kerja.
Salurkan 24.000 Liter Air, Bantu Ringankan Beban Warga
Kekeringan dapat berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ketika ketersediaan air semakin terbatas, warga harus menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Lapas Kelas IIA Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24.000 liter bagi masyarakat Dusun Ngrandu.
Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan di tengah kondisi kekeringan.
Penyaluran air bersih tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan air.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian jajarannya terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.
Menurutnya, kehadiran institusi pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan warga binaan, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan air bersih ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-13 mengenai bakti sosial kepada masyarakat.
Hari Winarca menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih.
“Bhakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air akibat kekeringan. Kegiatan ini juga menjadi implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-13 tentang bhakti sosial kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan kesulitan warga,” ujar Hari Winarca.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bojonegoro berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan sosial.
Bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya ketika kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari semakin sulit dipenuhi.
Bantuan yang disalurkan Lapas Bojonegoro mendapat apresiasi dari Kepala Desa Ngrandu, Abdul Rozak.
Dia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas Kelas IIA Bojonegoro yang telah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakatnya, terutama warga Dusun Ngrandu yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan.
Menurut Abdul Rozak, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga karena dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Lapas Kelas IIA Bojonegoro atas bantuan air bersih yang telah diberikan kepada warga Desa Ngrandu, khususnya masyarakat Dusun Ngrandu yang sedang mengalami kesulitan air akibat kekeringan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan dapat terus berlanjut,” ungkap Abdul Rozak.
Apresiasi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Sinergi antara lembaga pemerintah dan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong penanganan persoalan masyarakat secara bersama-sama.
Kegiatan penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Bojonegoro untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong menjadi nilai penting yang ingin diperkuat melalui kegiatan tersebut.
Dengan menyalurkan 24.000 liter air bersih kepada warga Dusun Ngrandu, Lapas Bojonegoro berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan dampak kekeringan yang mereka hadapi.
Ke depan, kepedulian sosial dan kolaborasi antarpihak diharapkan terus tumbuh sehingga kehadiran institusi pemerintah dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (yin)






