TNI/POLRI

Kapolres Bojonegoro Blusukan ke Ponpes, Soroti Bahaya Kenakalan Remaja

×

Kapolres Bojonegoro Blusukan ke Ponpes, Soroti Bahaya Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO – Ancaman kenakalan remaja tidak bisa dianggap sepele, mulai dari perundungan atau bullying, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga perjudian online, berbagai perilaku negatif tersebut berpotensi mengganggu pendidikan dan menghambat masa depan generasi muda.

Pesan tegas itu disampaikan Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty, saat menyambangi Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (23/10/2026).

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres mengajak para pelajar untuk membangun kedisiplinan, menjaga perilaku, serta lebih bijak dalam memilih pergaulan.

Dia juga menekankan pentingnya kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Quick Wins Kapolri untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, terutama kalangan pelajar.

Melalui pendekatan edukatif, kepolisian berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.

Kedatangan AKBP Yenni Diarty disambut hangat oleh pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, KH. Tamam Syaifuddin, beserta istri dan para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres berinteraksi langsung dengan siswa dari jenjang MI Plus hingga SMA Plus Al-Fatimah. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro turut mendampingi kegiatan tersebut.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Kapolres adalah keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.

Dia mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya kewajiban, melainkan langkah penting untuk melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Para siswa dihimbau selalu menggunakan helm berstandar saat berkendara.

Mereka juga diingatkan agar tidak mengendarai kendaraan bermotor di jalan umum sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pesan tersebut menjadi penting mengingat kedisiplinan di jalan raya perlu dibangun sejak dini.

Kesadaran mematuhi aturan diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab.

Tak hanya membahas keselamatan berlalu lintas, AKBP Yenni Diarty juga mengingatkan para siswa agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Perundungan, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba dan perjudian daring menjadi sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai bersama.

Kapolres mengajak para pelajar untuk membangun pertemanan yang sehat, menghormati sesama, serta tidak mudah terpengaruh ajakan negatif dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, keputusan yang diambil pada usia sekolah dapat memengaruhi perjalanan pendidikan dan masa depan.

Karena itu, para siswa perlu memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai positif.

“Adik-adik harus mampu menjaga diri dan memilih pergaulan yang positif. Jangan sampai tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain menghambat pendidikan dan merusak masa depan,” pesan Yenni kepada para pelajar.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Edukasi, pengawasan, serta pembentukan karakter juga diperlukan agar generasi muda mampu mengenali risiko dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

AKBP Yenni Diarty menegaskan, kehadiran Polri di lingkungan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum.

Lebih dari itu, kepolisian ingin mengambil bagian dalam membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.

“Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri ingin hadir sebagai sahabat pelajar, ikut membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” ujar AKBP Yenni Diarty saat dikonfirmasi awak media.

Pendekatan yang mengedepankan edukasi ini diharapkan membuat pelajar lebih terbuka dalam memahami aturan serta menyadari pentingnya menjaga perilaku, baik di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan dapat terjalin lebih erat, sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan yang melibatkan kalangan remaja.

Pelajar Diajak Berprestasi dan Berani Meraih Cita-Cita
Selain memberikan peringatan mengenai kenakalan remaja, Kapolres Bojonegoro juga mendorong para siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif.

Olahraga, seni dan kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan minat, mengasah kemampuan, serta membangun kepercayaan diri.

Para siswa juga dimotivasi agar berani menetapkan cita-cita, tekun belajar, tetap rendah hati, dan mampu memilih lingkungan pergaulan yang mendukung perkembangan diri.

Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, masa sekolah seharusnya dimanfaatkan untuk menimba ilmu, membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan, bukan justru terjebak dalam perilaku yang merugikan.

Dukungan lingkungan yang positif menjadi salah satu faktor penting agar pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berprestasi dan bertanggung jawab.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan para pelajar.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pembentukan moral, kedisiplinan, dan kesadaran hukum.

Pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Sekolah berperan dalam memberikan pendidikan dan pembinaan, orang tua mendampingi perkembangan anak, sedangkan kepolisian memberikan edukasi mengenai hukum, keamanan dan ketertiban.

Melalui langkah bersama tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan pergaulan dengan lebih bijak serta memiliki bekal yang kuat untuk meraih cita-cita.

Kunjungan Kapolres Bojonegoro ke Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah pun menjadi bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan dunia pendidikan sekaligus mengajak pelajar untuk menjauhi perilaku negatif.

Harapannya, lingkungan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro semakin aman dan kondusif, sehingga para siswa dapat belajar, berkembang, dan meraih prestasi tanpa terganggu berbagai persoalan kenakalan remaja. (yin)