BOJONEGORO – Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.
Perayaan kali ini diisi dengan lomba memasak nasi liwet sambal terong yang mempertemukan unsur pemerintah desa, organisasi Nahdlatul Ulama (NU), hingga pondok pesantren, Jumat (23/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kebersamaan tersebut menjadi salah satu cara unik untuk memeriahkan Hari Santri Nasional.
Para peserta tidak hanya ditantang menyajikan hidangan, tetapi juga diajak memperkuat hubungan antarelemen masyarakat melalui kegiatan yang sederhana, akrab dan sarat makna.
Lomba ini diikuti oleh perwakilan kepala desa, pengurus ranting NU, serta pondok pesantren di wilayah Kecamatan Ngraho.
Empat kepala desa turut ambil bagian dengan mewakili desa masing-masing, yakni Desa Liwihaji, Sugihwaras, Sumberagung dan Jumo.
Keterlibatan para kepala desa dalam kegiatan tersebut menambah semarak perayaan Hari Santri di Ngraho.
Momen ini sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan hari besar keagamaan dapat menjadi ruang untuk membangun kedekatan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Di balik keseruan lomba memasak nasi liwet sambal terong, tersimpan pesan penting mengenai arti kebersamaan dan gotong royong.
Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur tersebut, hubungan antara pemerintah desa, organisasi keagamaan dan lingkungan pesantren diharapkan semakin erat.
Peringatan Hari Santri Nasional pun tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk merawat tradisi, memperkuat persaudaraan dan membangun komunikasi yang harmonis di tengah masyarakat.
Camat Ngraho, Wiyanto, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), unsur umaro atau pemimpin pemerintahan, serta ulama.
Menurutnya, kerja sama antara unsur pemerintahan dan tokoh agama menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keharmonisan serta mendukung kelancaran pembangunan di wilayah Kecamatan Ngraho.
“Untuk Hari Santri ini, jajaran Forkopimcam bekerja sama dengan umaro dan ulama. Semoga Kecamatan Ngraho terus berjalan lancar. Karena itu, kita mendukung peringatan Hari Santri,” ungkap Wiyanto.
Kolaborasi antara pemerintah dan ulama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui komunikasi dan kebersamaan, berbagai unsur masyarakat dapat saling mendukung demi terciptanya lingkungan yang kondusif.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang ingin ditegaskan melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Ngraho.
Kegiatan yang dikemas secara sederhana dan penuh keakraban ini juga menunjukkan bahwa semangat Hari Santri dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan melibatkan kepala desa, organisasi NU dan pondok pesantren, peringatan HSN di Ngraho diharapkan mampu memperkuat hubungan lintas elemen sekaligus menjaga nilai-nilai religius yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta membangun sinergi antara umaro, ulama dan masyarakat.
Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus tumbuh di Kecamatan Ngraho, tidak hanya saat peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan pembangunan daerah. (yin)






