TNI/POLRI

Serangan Tikus Ancam Sawah, TNI Polri Turun Tangan di Lamongan

×

Serangan Tikus Ancam Sawah, TNI Polri Turun Tangan di Lamongan

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN – Ancaman serangan hama tikus yang dapat merusak tanaman padi dan mengganggu produktivitas pertanian mendapat perhatian serius di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.

Mengantisipasi kerugian petani, jajaran TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan dan kelompok tani turun langsung ke area persawahan Desa Kedali, Rabu (4/11/2026).

Melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus, seluruh unsur terkait bersinergi melakukan upaya pengendalian populasi hama menggunakan umpan Racumin.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di kawasan persawahan Jalan Sawah Desa Kedali.

Langkah bersama ini menjadi bagian dari upaya melindungi tanaman pertanian dari serangan tikus yang berpotensi menyebabkan kerusakan lahan hingga mengancam hasil panen.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pucuk Nurul Misbah, S.H., M.M., Kapolsek Pucuk AKP Kharis Ubaidillah, S.Sos., M.H., Bati Tuud Koramil 0812/26 Pucuk Peltu Dul Kholil, Koordinator Wilayah Pertanian Kecamatan Pucuk Wawan, S.P., Kepala Desa Kedali Imam Mawardi, personel TNI-Polri, serta para anggota kelompok tani Desa Kedali.

Sebelum bergerak ke area persawahan, kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian sambutan dari Kepala Desa Kedali, Camat Pucuk, serta Koordinator Wilayah Pertanian Kecamatan Pucuk.

Setelah doa bersama, peserta kemudian melaksanakan kegiatan pengendalian hama di lahan pertanian yang dikelola masing-masing kelompok tani.

Keterlibatan personel Koramil 0812/26 Pucuk dan Polsek Pucuk menunjukkan bahwa persoalan pertanian menjadi perhatian bersama.

Dukungan aparat kewilayahan tidak hanya diwujudkan melalui koordinasi, tetapi juga keterlibatan langsung dalam kegiatan bersama masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya petani dalam menghadapi ancaman hama yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.

Dengan adanya gerakan pengendalian secara bersama-sama, populasi tikus di kawasan persawahan diharapkan dapat ditekan sehingga risiko kerusakan tanaman bisa diminimalkan.

Gerakan pengendalian hama tikus di Desa Kedali bukan sekadar kegiatan rutin pertanian.

Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI Polri, petugas pertanian, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sektor pangan.

Sebab, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman dan perawatan tanaman, tetapi juga kemampuan mengantisipasi berbagai ancaman yang dapat mengurangi hasil produksi.

Melalui semangat gotong royong, para petani di Kecamatan Pucuk diharapkan semakin terbantu dalam menjaga lahan pertanian sekaligus meningkatkan optimisme menghadapi musim panen.

Upaya bersama ini sekaligus menjadi bentuk komitmen menjaga ketahanan pangan daerah, dimulai dari perlindungan tanaman di tingkat desa demi mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat luas. (ded)