Advetorial

Ada yang Baru di Trucuk Bojonegoro, Waroeng Bucu Punya Banyak Kejutan

amunisinews001
1
×

Ada yang Baru di Trucuk Bojonegoro, Waroeng Bucu Punya Banyak Kejutan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260818 WA0031

BOJONEGORO – Bagi masyarakat yang sedang mencari tempat ngopi, makan, ngobrol santai hingga menggelar pertemuan, Waroeng Bucu Coffee di kawasan sekitar Jembatan Trucuk, Sosodilogro, Kabupaten Bojonegoro, bisa menjadi salah satu pilihan.

Mengusung konsep “Bucu” yang berarti sudut atau penjuru, tempat ini tidak hanya menawarkan kopi dan kuliner.

Waroeng Bucu Coffee mencoba menghadirkan ruang pertemuan yang santai, tempat keluarga, komunitas, pelaku usaha maupun masyarakat umum dapat berkumpul dan berkomunikasi.

Suasana yang teduh dengan pepohonan rindang dan nuansa bangunan tradisional Jawa menjadi daya tarik tersendiri.

Pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman sambil berbincang tanpa atmosfer yang terlalu formal.

Ngopi Mulai Rp5 Ribu
Salah satu daya tarik Waroeng Bucu Coffee adalah pilihan menu dengan harga yang relatif ramah di kantong.

Untuk kategori Hot Kopiem, misalnya, tersedia Kopi Cingkir Lek Rp5.000, Kopi Gelas Lek Rp7.000, Kopi Jahe Lek Rp7.000 dan Kopi Susu Lek Rp7.000.

Pilihan teh juga tersedia, seperti Teh Humhub Lek sekitar Rp5.000 dan Teh Tarik Lek Rp7.000.

Bagi pengunjung yang ingin mencoba minuman berbahan rempah, tersedia Jassuma Rempah dengan beberapa pilihan, mulai Jassuma Ori Rp10.000, Jassuma Aren Rp13.000, Jassuma Lakik Rp17.000 hingga Jassuma Susu Rp8.000.

Sementara menu Hot Warkop berada di kisaran Rp6.000–Rp7.000, sedangkan sejumlah minuman lainnya ditawarkan sekitar Rp7.000–Rp9.000.

Tidak hanya kopi panas, berbagai minuman dingin juga tersedia untuk menemani waktu santai.

Beberapa di antaranya Es Degan Lek Rp8.000, Es Teler Lek Rp10.000, Es Teler Keju Lek Rp13.000, Es Jos Susu Lek Rp8.000, Es Teh Lek Rp5.000, Es Moka Lek Rp7.000 dan Es Sweet Kopi Lek Rp7.000.

Ada pula Es Soda Gembira Rp12.000, Es Jeruk Peras Lek Rp8.000, Es Yakult Rp12.000 serta Es Goday Rp7.000.

Untuk penggemar minuman susu, tersedia pilihan Es Milky seperti Matcha, Cokelat, Vanilla dan Berry dengan harga sekitar Rp15.000.

Urusan makanan juga menjadi bagian penting dari Waroeng Bucu Coffee.

Pilihannya cukup beragam, mulai dari olahan belut hingga ayam kampung.

Menu belut yang tersedia antara lain Belut Gobyos Rp23.000, Belut Goreng Rp20.000 dan Belut Rica Rp23.000.

Sementara bagi pencinta ayam kampung, tersedia Ayam Kampung Gobyos Rp27.000, Ayam Kampung Goreng Rp25.000 dan Ayam Kampung Rica Rp27.000.

Menu lainnya meliputi Ampela Gobyos Rp17.000, Ampela Rica Rp15.000, Swings Gobyos Rp17.000, Swings Rica Rp15.000 serta Kare Ayam Semar Rp27.000.

Pilihan tersebut membuat tempat ini tidak hanya cocok untuk ngopi, tetapi juga untuk makan bersama keluarga maupun teman.

Camilan Mulai Rp5 Ribu
Bagi yang datang untuk ngobrol sambil menikmati kopi, tersedia pula berbagai camilan dan makanan pendamping.

Botok Tempe dan Botok Tahu masing-masing dibanderol sekitar Rp5.000.

Ada pula Sosis dan Cireng sekitar Rp10.000, serta sejumlah menu pelas, tempe dan kentang dengan harga sekitar Rp10.000–Rp13.000.

Menu sederhana lainnya juga tersedia, termasuk Nasi Jagung Kuning sekitar Rp5.000 dan Lontong sekitar Rp2.000.

Waroeng Bucu Coffee juga menawarkan pilihan menu untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Tersedia paket Tumpeng Full Ayam Kampung Rp550.000 dan Tumpeng Full Ayam Potong Rp350.000.

Untuk kebutuhan prasmanan, terdapat sejumlah pilihan seperti Sayur Asem, Sayur Menir dan Sayur Lodeh masing-masing sekitar Rp5.000, ada pula Sayur Kikil Sapi Rp60.000 per 10 tusuk.

Menu lainnya mencakup Kare Ayam 1 Ekor Kampung Rp125.000, Ayam Fillet Rp23.000 per porsi, Ayam Bakar Rp30.000 per porsi, Gurami Bakar Rp45.000 per porsi dan Bebek Bakar Rp35.000 per porsi.

Untuk kegiatan privat, daftar menu juga mencantumkan sewa tempat privat selama sehari atau free loading sebesar Rp3.500.000.

Biaya tersebut tercatat belum termasuk audio dan kebersihan.

Fasilitas area parkir yang cukup luas menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, komunitas ataupun rombongan.

Dengan ruang yang relatif lapang dan suasana terbuka, Waroeng Bucu Coffee dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari makan bersama, diskusi hingga pertemuan dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

Di balik konsep Waroeng Bucu Coffee terdapat sosok yang dikenal dengan julukan Kang BOMBOM.

Konsep “Bucu” menjadi gambaran sebuah sudut yang mempertemukan orang-orang dari berbagai penjuru.

Dari tempat sederhana tersebut, obrolan bisa berkembang menjadi komunikasi, jaringan dan berbagai ide.

Suasana kawasan sekitar Jembatan Trucuk yang teduh turut memberikan pengalaman berbeda.

Nuansa pedesaan membuat aktivitas ngopi dan makan terasa lebih santai.

Karena itu, Waroeng Bucu Coffee tidak hanya menjual kopi dan makanan.

Tempat ini mencoba membangun ruang interaksi bagi masyarakat.

Mulai dari ngopi santai, makan bersama, bertemu komunitas, berdiskusi, hingga menggelar kegiatan, semuanya dapat dilakukan dalam satu tempat.

Dengan pilihan menu mulai Rp5.000, beragam kuliner, minuman panas dan dingin, paket keluarga, layanan untuk acara serta area parkir yang cukup luas, Waroeng Bucu Coffee bisa menjadi alternatif tempat berkumpul bagi masyarakat Trucuk dan sekitarnya.

Waroeng Bucu Coffee: satu sudut, banyak rasa, banyak cerita dan banyak pertemuan.

Catatan: harga menu berdasarkan daftar harga yang tersedia saat penulisan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola. (Yin)