Infotaiment

Awas Modus Deepfake, Penipu Catut Nama Pejabat Kejari Bojonegoro Lewat Telepon

amunisinews001
8669
×

Awas Modus Deepfake, Penipu Catut Nama Pejabat Kejari Bojonegoro Lewat Telepon

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 WA0007

BOJONEGORO – Teknologi ibarat pisau bermata dua. Di tangan orang jahat, kecerdasan buatan atau AI kini justru digunakan untuk menjalankan aksi kriminal yang sangat meyakinkan.

Baru-baru ini, warga Bojonegoro digemparkan dengan modus penipuan telepon yang menggunakan suara AI menyerupai Pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Modus ini tergolong sangat rapi. Penipu menghubungi korban dan mengklaim bahwa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro ingin berbicara langsung.

Saat telepon tersambung, suara yang terdengar sangat mirip dengan aslinya, namun kuat dugaan itu adalah hasil manipulasi teknologi AI alias deepfake audio.

Kabar ini mencuat setelah adanya laporan dari internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Salah satu Kepala Dinas Bojonegoro sempat mendapatkan kontak mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat Kejari.

Beruntung, setelah dilakukan konfirmasi silang kepada Kasi Intel Kejari, dipastikan bahwa telepon tersebut adalah HOAKS alias palsu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Heri Widodo, mengonfirmasi bahwa serangan hoaks ini sudah menyasar beberapa orang.

Ia menegaskan bahwa suara yang terdengar di telepon tersebut bukanlah suara asli pejabat yang bersangkutan, melainkan hasil rekayasa digital.

Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, perhatikan langkah-langkah proteksi berikut.

Jangan panik, penipu biasanya menggunakan nada bicara yang mendesak atau berwibawa agar korban merasa tertekan.

Verifikasi kanal resmi, jika ada yang mengaku pejabat, tutup teleponnya dan segera hubungi kantor instansi terkait melalui nomor resmi atau media sosial bercentang biru.

Pejabat resmi jarang sekali menghubungi masyarakat secara personal menggunakan nomor pribadi yang tidak dikenal untuk urusan dinas sensitif.

Hati-hati dengan instruksi transfer, jika ujung-ujungnya minta uang, pulsa, atau data pribadi, itu sudah 100 persen penipuan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling mengingatkan. Jangan mudah percaya, jangan mudah dibohongi. (yin)