TNI/POLRI

Jumat Berkah Kodim Lamongan Harmoni Rakyat Dan TNI Dalam Semangkuk Bakso Dan Pelukan Kebersamaan

1035
×

Jumat Berkah Kodim Lamongan Harmoni Rakyat Dan TNI Dalam Semangkuk Bakso Dan Pelukan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Ai 1

LAMONGAN – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang kian pragmatis, sebuah momen sederhana namun sarat makna tercipta di jantung Makodim 0812/Lamongan, Jum’at (26/9/2025)

‎Di bawah kepemimpinan baru Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, suasana militer yang biasanya tegas dan disiplin itu sejenak menjelma menjadi taman hangat tempat berkumpulnya harapan, tawa, dan persaudaraan dalam program bertajuk “Jumat Berkah.”

‎Tak seperti biasanya, halaman Makodim hari itu dipenuhi para tamu istimewa. Bukan pejabat atau tokoh penting.

‎melainkan para tukang becak yang sehari-hari menaklukkan panas dan debu kota, serta santri-santri muda yang tengah menimba ilmu untuk masa depan negeri.

‎Mereka datang bukan untuk sekadar menerima bantuan, melainkan untuk berbagi kehangatan dan cerita dalam pelukan kebersamaan.

‎Letkol Inf Deni, dengan pakaian dinas yang rapi namun senyum yang akrab, turun langsung menyambut mereka, duduk bersila, menyendok bakso, dan menyapa satu per satu dengan hati yang terbuka.Tidak ada jarak. Tidak ada pangkat. Hanya manusia yang saling menghormati.

‎”Kami ingin Kodim ini menjadi rumah besar untuk semua. Tempat rakyat bisa datang bukan hanya karena perlu, tapi karena merasa diterima,” ujar Letkol Deni dalam sambutannya yang sederhana namun menggugah.

‎Lebih dari sekadar jamuan makan, acara ini menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan yang sering terlupa di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

‎Bakso yang tersaji di mangkuk masing-masing bukan hanya makanan melainkan simbol persatuan. Hangat, sederhana, dan dinikmati bersama tanpa sekat.

‎Bapak Sutrisno (55), seorang tukang becak yang hadir, mengungkapkan rasa syukurnya dengan suara bergetar.

‎”Saya sudah narik becak sejak muda, tapi baru kali ini merasa dianggap seperti keluarga oleh seorang Komandan. Bukan cuma perut yang kenyang, tapi hati yang terasa penuh,” tuturnya, menunduk haru.

‎Dari sisi lain meja, Mohammad Arjuna, santri muda dari sebuah pesantren di Lamongan, menyampaikan semangat yang terpancar di matanya.

‎”Kegiatan ini membuat kami merasa bahwa TNI bukan hanya penjaga negara, tapi juga sahabat rakyat. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menebar kebaikan dan tidak lelah peduli,” katanya penuh antusias.

‎Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi seluruh rakyat Lamongan, dan agar semangat gotong royong, kepedulian, serta persatuan senantiasa tumbuh dan mengakar di bumi pertiwi.

‎Dalam langkah awal kepemimpinannya, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo tak hanya menghadirkan program, tapi juga menghadirkan harapan dan keteladanan.

‎Ia menunjukkan bahwa membangun bangsa tak selalu harus dengan senjata, kadang cukup dengan sepiring makanan, seulas senyuman, dan sejumput empati yang tulus.

‎Lamongan hari ini bukan hanya saksi sebuah kegiatan, tapi juga lahirnya harapan baru bahwa ketika TNI dan rakyat menyatu, di sanalah kekuatan sejati negeri ini berpijak. (Ded)