BOJONEGORO – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Kodim 0813 Bojonegoro setelah kabar wafatnya Sertu Supriyono, Bintara Administrasi (BA) Kodim 0813 Bojonegoro, Minggu (19/7/2026).
Kepergian almarhum menjadi kehilangan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok prajurit yang berdedikasi, disiplin dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, salah satunya Yayasan Lingkar Perdamaian yang berpusat di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Melalui pimpinannya, Ustadz Marno, yayasan tersebut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus doa terbaik untuk almarhum.
Menurut Ustadz Marno, wafatnya Sertu Supriyono merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar TNI maupun masyarakat yang selama ini menghargai nilai-nilai pengabdian, ketulusan dan loyalitas yang ditunjukkan almarhum selama bertugas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Yayasan Lingkar Perdamaian yang mengusung semangat Merajut Ukhuwah Perdamaian, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Sertu Supriyono. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujar Ustadz Marno.
Ia menuturkan, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Namun, pengabdian dan kebaikan yang telah dilakukan selama hidup akan tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Bagi Yayasan Lingkar Perdamaian, sosok Sertu Supriyono merupakan contoh prajurit yang menjalankan amanah negara dengan penuh loyalitas dan integritas.
Nilai-nilai tersebut dinilai patut diwariskan kepada generasi muda sebagai teladan dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa.dan negara.
Melalui semangat “Merajut Ukhuwah Perdamaian”, yayasan juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, saling peduli dan menghadirkan empati di tengah kehidupan bermasyarakat.
Momen duka ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan doa merupakan bentuk dukungan terbaik bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
Ustadz Marno turut mengajak seluruh masyarakat untuk mengirimkan doa bagi almarhum agar mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan lahir dan batin.
Kepergian Sertu Supriyono memang meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, semangat pengabdian, loyalitas dan dedikasi yang telah ditunjukkannya selama bertugas di Kodim 0813 Bojonegoro akan terus dikenang sebagai warisan keteladanan bagi rekan-rekan prajurit maupun masyarakat luas.
Semoga almarhum memperoleh husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Dedikasi Sertu Supriyono akan tetap hidup dalam ingatan sebagai bagian dari pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. (Yin)







