Pemerintahan

Lamongan Bersiap Menjadi Poros Industri Pakan Ternak Terbesar Se-Asia Tenggara

orbitnasional333
3302
×

Lamongan Bersiap Menjadi Poros Industri Pakan Ternak Terbesar Se-Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Img 20250606 wa0054 copy 1280x630

LAMONGAN — Kabupaten Lamongan bersiap mencatat sejarah baru di peta industri Asia Tenggara. Di tengah geliat swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto,

kabupaten yang dikenal dengan potensi pertaniannya ini akan menjadi rumah bagi industri pengelolaan pakan ternak terbesar se-Asia. Jumat (6/6/2025)

Rencana pembangunan raksasa industri ini akan direalisasikan pada tahun 2026, tepatnya di kawasan Jakamitra, Kecamatan Paciran, Lamongan. Tak tanggung-tanggung, pabrik ini akan memiliki kapasitas penampungan hingga 92.000 ton.

serta kapasitas pengeringan 1.733 ton per hari sebuah angka yang mencerminkan ambisi besar Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor pangan.

Kabar monumental ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat mendampingi Presiden dalam panen raya jagung serentak kuartal II di Kalimantan Barat.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir secara daring, menyampaikan dukungan penuh atas proyek strategis nasional tersebut.

“Lamongan siap menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Lokasi strategis, potensi pertanian, serta kesiapan infrastruktur kami, menjadi modal utama,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes, saat turut memanen jagung secara simbolis di Mapolsek Tikung.

Lebih dari sekadar pabrik, proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan wadah sinergi antara petani, pengusaha, hingga akademisi. Bahkan, Lamongan juga akan menjadi pilot project.

“Sekolah Tangguh Ketahanan Pangan Rakyat”, hasil kolaborasi antara Polda Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya.

Panen yang dilakukan hari ini di lahan 0,3 hektare menghasilkan provitas 1,5 ton jagung. Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa Lamongan bukan sekadar lahan subur, tetapi juga lahan masa depan.

Pembangunan industri ini bukan hanya milik Lamongan ia adalah langkah besar menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan Asia.

Ketika jagung dipanen dengan limpah, dan petani tersenyum karena hasilnya diolah langsung menjadi pakan ternak berkualitas, di situlah kedaulatan pangan benar-benar hidup.

Lamongan tak hanya menyongsong masa depan, tapi mulai membangunnya hari ini.(Ded)