TNI/POLRI

Lantunan Religi Tim Hadrah Kodim Lamongan Menyentuh Kalbu Warga Kelagensrampat

453
×

Lantunan Religi Tim Hadrah Kodim Lamongan Menyentuh Kalbu Warga Kelagensrampat

Sebarkan artikel ini
Img 20250914 wa0015

LAMONGAN – Semilir angin sore di Desa Kelagensrampat, Kecamatan Maduran, Minggu (14/9/2025), terasa berbeda dari biasanya. Suasana yang biasanya hening menjelang maghrib, hari itu dipenuhi dengan lantunan shalawat dan ayat-ayat suci yang menggema dari pelataran balai desa.

‎Tim Hadrah Kodim 0812/Lamongan hadir membawa nuansa religius yang menyentuh hati warga, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

‎Di bawah komando Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, para prajurit tidak hanya datang sebagai pasukan berseragam loreng.

‎tetapi juga sebagai penyambung kesejukan ruhani melalui alunan musik religi yang merdu dan menyentuh. Hadirnya mereka bukan sekadar menghibur, tetapi menanamkan kedamaian dalam relung hati masyarakat.

‎Kepala Desa Kelagensrampat, Suliono, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan kekagumannya.

‎Ia menyampaikan bahwa kehadiran tim hadrah dari Kodim bukan hanya menjadi kejutan yang menyenangkan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara TNI dan masyarakat.

‎“Sungguh luar biasa. Lantunan hadrah yang dibawakan para bapak dari Kodim 0812 Lamongan begitu syahdu. Terlebih saat ayat-ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan, suasana langsung menjadi khidmat. Kami merasa sangat tersentuh,” ujar Suliono.

‎Peringatan Maulid Nabi kali ini bukan hanya menjadi ajang refleksi spiritual, namun juga menjadi jembatan kebersamaan antara institusi militer dan rakyat.

‎Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo pun menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kecintaan prajurit terhadap Rasulullah SAW, sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang dilayani.

‎“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tapi juga sebagai pembawa kesejukan di tengah masyarakat. Lewat momentum Maulid Nabi ini, semoga keberadaan kami dapat menjadi penyejuk jiwa dan perekat ukhuwah,” ungkap Dandim, yang merupakan alumni Akademi Militer tahun 2005.

‎Sore itu, hadrah bukan sekadar musik; ia menjadi bahasa cinta, doa, dan kedamaian yang mengalir ke setiap sudut desa.

‎Warga pun larut dalam kekhusyukan, seolah waktu berjalan lebih lambat untuk memberi ruang bagi rasa syukur dan kenangan yang tak terlupakan.

‎Dalam kebersamaan yang hangat, Maulid Nabi tahun ini di Desa Kelagensrampat bukan hanya sebuah peringatan.

‎tapi telah menjadi peristiwa yang menyentuh, menyatu dalam harmoni antara iman, budaya, dan rasa cinta tanah air.(Ded)