TNI/POLRI

Menanam Harapan, Menuai Ketahanan: Polda Jatim Dan Unesa Gaungkan Swasembada Pangan dari Sekolah

orbitnasional333
864
×

Menanam Harapan, Menuai Ketahanan: Polda Jatim Dan Unesa Gaungkan Swasembada Pangan dari Sekolah

Sebarkan artikel ini
Img 20250602 wa0093

LAMONGAN — Di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, secercah harapan tumbuh dari desa Solokuro, Lamongan. Senin (2/6/2025)

Polda Jawa Timur bersinergi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan, serta Sekolah Nasional Tangguh untuk Ketahanan Pangan Rakyat (Sentra), mendeklarasikan gerakan bersama menuju kemandirian pangan nasional—yang dimulai dari sekolah.

Deklarasi yang berlangsung di MTs Miftahul Ulum itu bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan tekad lintas sektor untuk membangun fondasi ketahanan pangan dari akar rumput: pendidikan.

Turut hadir dalam momen bersejarah ini, AKBP Warsono selaku Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim, Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko, dan Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Nining Widyah Kusnanik.

“Kolaborasi ini adalah bentuk ikhtiar nyata antara kepolisian dan dunia pendidikan. Kami ingin hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan pangan rakyat terjaga,” ujar AKBP Warsono dalam sambutannya yang penuh semangat.

Dwi Cahyo Kartiko menambahkan, sinergi ini lahir dari komitmen kuat antara Unesa dan Polda Jatim, yang sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman kerja sama di tingkat rektorat.

“Dari sekolah kita bangun kesadaran pangan. Lamongan menjadi titik awal, tetapi semangatnya untuk Indonesia,” katanya.

Lebih dari sekadar program formal, kerja sama ini menyentuh langsung dunia pendidikan. Kurikulum ketahanan pangan akan diperkuat, bahkan dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di belasan SMA dan madrasah di Lamongan. Harapannya, para pelajar tidak hanya mengenal sawah dan ladang sebagai pemandangan, tapi juga sebagai masa depan.

“Melalui pendampingan Fakultas Ketahanan Pangan, kami ingin menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari identitas pendidikan di sekolah,” terang Dwi Cahyo.

Dekan FKP Unesa, Nining Widyah Kusnanik, menyampaikan bahwa membangun ketahanan pangan bukan hanya soal teknologi atau lahan, tetapi juga soal kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap pertanian.

“Di tangan mereka, ada masa depan pangan negeri. Maka, membangun kesadaran sejak dini adalah investasi yang tak ternilai,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta juga diajak meninjau lahan pertanian, menanam pohon bersama, dan mengikuti seminar inspiratif bertema

“Menjadi Petani Muda Itu Keren”, yang disampaikan oleh Guru Besar sekaligus Wakil Dekan I FKP Unesa, Isnawati. Seminar ini mengajak generasi muda melihat pertanian bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai ladang inovasi dan kebanggaan.

Langkah ini menjadi awal dari gerakan besar yang lahir dari semangat gotong royong. Dari sekolah, dari desa, dari anak-anak bangsa menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat dalam pangan. (Ded)