TNI/POLRI

Menginap di Rumah Warga, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bangun Kedekatan Tanpa Sekat di Kesongo

amunisinews001
6860
×

Menginap di Rumah Warga, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bangun Kedekatan Tanpa Sekat di Kesongo

Sebarkan artikel ini
img 20260718 wa0024

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan jalan, rehabilitasi fasilitas umum dan berbagai kegiatan sosial.

Ada cerita hangat yang menjadi warna tersendiri di balik pelaksanaannya, yakni para prajurit TNI yang tinggal bersama warga selama menjalankan tugas.

Alih-alih menempati barak atau penginapan khusus, personel Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro memilih menetap di rumah-rumah penduduk.

Langkah ini menjadi tradisi khas TMMD yang bertujuan mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

Salah satu rumah yang menjadi tempat singgah prajurit berada di Dusun Krebet, Desa Kesongo.

Rumah sederhana milik Sumardi (61) kini menjadi tempat beristirahat sekaligus berkumpul bagi sejumlah anggota Satgas TMMD selama bertugas menyelesaikan sasaran fisik maupun non fisik hingga pertengahan Agustus mendatang.

Sejak hari pertama kedatangan, suasana akrab langsung terasa.

Sumardi menyambut para prajurit dengan penuh kehangatan layaknya menerima anak sendiri yang pulang ke rumah.

Obrolan santai di ruang tamu, makan bersama, hingga saling membantu pekerjaan rumah menjadi awal terjalinnya hubungan kekeluargaan yang erat.

Bagi Sumardi, kehadiran para prajurit bukan hanya menambah penghuni sementara, tetapi menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.

“Rasanya seperti punya keluarga baru. Mereka sopan, ramah, dan ringan tangan membantu pekerjaan,” ungkap Sumardi, Jumat (17/7/2026).

Tradisi tinggal di rumah warga memang menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah.

Melalui pola ini, prajurit dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat desa, memahami budaya setempat, sekaligus menyerap aspirasi warga secara lebih dekat.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan bahwa kebersamaan tersebut merupakan bagian penting dari sasaran nonfisik TMMD.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya hubungan sosial yang terbangun antara TNI dan masyarakat.

“Momen berbagi tempat tinggal, makan bersama, hingga berbincang setiap hari menjadi bagian dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selalu dijaga dalam setiap pelaksanaan TMMD,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan tinggal bersama masyarakat, komunikasi menjadi lebih terbuka.

Prajurit bisa memahami kebutuhan warga secara langsung, sementara masyarakat pun semakin mengenal sosok TNI sebagai sahabat sekaligus mitra dalam membangun desa.

“Kami ingin benar-benar menyatu dengan masyarakat. Tinggal di rumah warga menjadi simbol kepercayaan, kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi kekuatan utama TMMD,” kata Lettu Ckm Purnomo.

Pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Kesongo sendiri berada di bawah komando Komandan Satgas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Selama program berlangsung, personel Satgas didukung Komandan SSK dan tiga Komandan Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk memastikan seluruh sasaran fisik maupun non fisik berjalan sesuai rencana.

Kehadiran para prajurit di rumah-rumah warga diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan desa, tetapi juga meninggalkan kenangan manis yang akan terus dikenang masyarakat setelah TMMD berakhir pada 13 Agustus 2026.

Di Desa Kesongo, TMMD bukan hanya membangun jalan dan fasilitas umum.

Program ini juga membangun jembatan yang lebih kuat, yakni jembatan kebersamaan, kepercayaan dan persaudaraan antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama membangun desa yang lebih maju. (yin)