Daerah

Petani Bojonegoro Berebut Benih Tembakau Gratis, DKPP Siapkan Cadangan

amunisinews001
6533
×

Petani Bojonegoro Berebut Benih Tembakau Gratis, DKPP Siapkan Cadangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604 WA0008

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian tembakau dengan memastikan ketersediaan benih unggul bersertifikat bagi petani.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), berbagai varietas tembakau berkualitas disalurkan secara gratis guna mendukung peningkatan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari para petani. Tingginya minat terlihat dari cepatnya penyerapan benih yang disediakan pemerintah.

Selain gratis, benih yang dibagikan juga telah melalui proses pengawasan mutu dan pengujian laboratorium secara berkala sehingga kualitasnya lebih terjamin.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh varietas yang disediakan telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri maupun pabrikan rokok di tingkat lokal dan nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani ketika memasuki masa panen.

Dengan varietas yang sesuai kebutuhan industri, peluang hasil panen terserap lebih besar dan nilai ekonominya lebih menjanjikan.

“Kami melakukan pengujian daya kecambah setiap enam bulan sekali untuk memastikan kualitas benih tetap terjaga. Varietas yang kami salurkan juga disesuaikan dengan kebutuhan pasar, di antaranya jenis Virginia dan Jawa,” jelas Bambang.

Data DKPP menunjukkan hingga akhir Mei 2026, penyaluran benih tembakau telah berjalan cukup tinggi.

Dari total stok sekitar 14,5 kilogram yang berasal dari sisa persediaan tahun sebelumnya dan pengadaan baru, sebanyak 8,743 kilogram telah terserap oleh kelompok tani di berbagai wilayah Bojonegoro.

Salah satu varietas yang paling diminati adalah Python 4. Benih unggulan asal Probolinggo tersebut bahkan langsung habis diserap petani dari total kuota yang tersedia.

Sementara varietas K326 yang juga menjadi favorit petani kini hanya menyisakan stok dalam jumlah terbatas.

Saat ini DKPP masih memiliki cadangan sekitar 5 kilogram benih yang didominasi varietas Jawa seperti Rejep Gagang Sidi, Grompol Jatim, Kasturi 2, dan Jinten Pak Pie. Varietas tersebut banyak dibudidayakan di wilayah Temayang, Bubulan, Purwosari, dan Tambakrejo.

Cadangan benih tersebut juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah kecamatan lain seperti Kepohbaru, Kedungadem, Baureno dan Sukosewu.

Sebagian petani di daerah tersebut masih menunggu selesainya masa panen komoditas sebelumnya sebelum memulai persemaian tembakau.

Pada musim tanam 2026, Pemkab Bojonegoro memasang target cukup tinggi dengan memperluas areal tanam tembakau hingga mendekati 16.000 hektare.

Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran lebih dari 15.000 hektare.

Perkembangan budidaya tembakau di Bojonegoro juga menunjukkan tren positif.

Dari total 28 kecamatan, kini sebanyak 26 kecamatan tercatat aktif mengembangkan tanaman tembakau.

Jumlah tersebut meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya yang hanya mencakup sekitar 22 kecamatan.

Untuk mendukung keberhasilan tanam, DKPP menerapkan sistem bantuan benih dengan cadangan keamanan.

Setiap hektare lahan memperoleh alokasi 10 gram benih, meskipun kebutuhan riil petani umumnya hanya berkisar 6 hingga 8 gram per hektare.

Kelebihan alokasi tersebut sengaja diberikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kegagalan persemaian.

Dengan begitu, petani memiliki cadangan benih tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Meski optimistis terhadap musim tanam tahun ini, DKPP tetap mengingatkan petani agar waspada terhadap fenomena kemarau basah yang berpotensi menghadirkan hujan pada sore hingga malam hari.

Kondisi tersebut dapat mengganggu pertumbuhan tanaman muda yang baru dipindahkan ke lahan.

Genangan air akibat hujan berlebih berisiko menyebabkan kematian bibit tembakau.

Bahkan pada beberapa musim sebelumnya, petani terpaksa melakukan penyulaman atau tanam ulang berkali-kali yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi.

Karena itu, DKPP mengimbau petani untuk rutin memantau informasi cuaca dan memperbaiki tata kelola lahan.

Pembuatan guludan yang lebih tinggi serta sistem drainase yang baik dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat curah hujan yang masih tinggi.

Dengan dukungan benih unggul, perluasan areal tanam, serta pendampingan teknis kepada petani, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis sektor tembakau tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi pertanian sekaligus sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat pedesaan. (yin)