Daerah

Petugas Sensus Datangi Rumah Bupati, Warga Bojonegoro Diminta Tak Khawatir

amunisinews001
8371
×

Petugas Sensus Datangi Rumah Bupati, Warga Bojonegoro Diminta Tak Khawatir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260625 WA0007

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan di masa depan.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang menerima petugas sensus di Rumah Dinas Bupati pada Rabu (24/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro mengikuti proses wawancara dan pendataan sebagai responden.

Kehadiran petugas sensus di rumah dinas bupati menjadi simbol bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara menyeluruh dan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan langkah strategis untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara aktual.

Data yang dihimpun nantinya akan menjadi landasan penting dalam menyusun program pembangunan serta kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Bojonegoro untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Setyo Wahono.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu atau khawatir saat petugas sensus datang melakukan pendataan.

Menurutnya, seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.

“Berikan data yang sebenarnya sesuai kondisi di lapangan. Informasi yang dikumpulkan tidak digunakan untuk kepentingan lain, melainkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah agar pembangunan semakin tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan sebanyak 1.479 petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.

Proses pendataan dijadwalkan berlangsung selama sekitar dua setengah bulan hingga 31 Agustus 2026.

Sasaran sensus meliputi rumah tangga maupun berbagai unit usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan aplikasi digital berbasis telepon genggam untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi pengumpulan data.

Meski demikian, petugas juga tetap menyiapkan catatan lapangan sebagai pendukung apabila diperlukan informasi tambahan.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh data terbaru mengenai struktur ekonomi masyarakat, perkembangan sektor usaha, hingga berbagai perubahan yang terjadi dalam satu dekade terakhir.

Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif guna mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menghimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik, memberikan informasi secara jujur dan lengkap, serta turut berperan aktif dalam menyukseskan program nasional ini demi terwujudnya pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. (Pro/yin)