BOJONEGORO – Rapat kerja Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPU PKP CK) berlangsung dinamis, Selasa (5/5/2026).
Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penataan pasar yang berdampak langsung pada masyarakat.
Rapat dipimpin Ketua Komisi D, Imam Sholikin, dan dihadiri jajaran anggota komisi serta Kepala DPU PKP CK, Satito Hadi bersama beberapa Kabid.
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya fokus pada progres pembangunan, tetapi juga potensi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Kepala Dinas PU PKP Cipta Karya, Satito Hadi menegaskan bahwa pembangunan yang tengah dirancang memiliki dampak luas, bahkan berpotensi menjadi perhatian nasional.
Menurutnya, Bojonegoro memiliki posisi strategis sehingga setiap proyek harus direncanakan secara matang dengan risiko seminimal mungkin.
Dia juga menyinggung rencana pengembangan pasar yang kini mulai mengarah ke konsep modern.
Namun demikian, ia mengingatkan agar proses pembangunan, termasuk lelang proyek, tetap memperhatikan kondisi pedagang yang belum direlokasi.
“Jangan sampai pembangunan berjalan, tapi hak masyarakat justru terabaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D, Tohari, mengungkapkan bahwa kapasitas pasar dirancang mampu menampung sekitar 550 pedagang.
Dirinya menekankan pentingnya kejelasan skema penataan agar seluruh pedagang dapat terakomodasi dengan baik.
“Harapannya tahun ini bisa terealisasi maksimal, apalagi biasanya progres anggaran bisa mencapai 95 persen,” ujarnya.
Sorotan juga datang dari anggota Komisi D, Jumarianto, dia mengapresiasi adanya pergerakan pembangunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun meminta agar laporan proyek disajikan lebih rinci dan transparan.
Menurutnya, data yang disampaikan masih perlu dilengkapi, terutama terkait jumlah proyek yang sudah dilelang dan progres realisasinya.
“Kami ingin laporan yang jelas, sehingga bisa diketahui sejauh mana capaian di lapangan,” katanya.
Menutup rapat, Ketua Komisi D Imam Sholikin berharap seluruh kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan setiap langkah pembangunan sebagai bentuk pengabdian yang membawa keberkahan.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bernilai kebaikan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (yin)






